Sebelum Mematuhi Larangan Bepergian, Periksa Dulu Sumbernya

Anda mungkin memperhatikan bahwa setiap kali Anda mengumumkan rencana perjalanan, setidaknya satu orang akan mengatakan, “Jangan ke sana. Nanti ada...”
Eits, jangan langsung membatalkannya. Namun, cek dulu siapa yang mengatakannya. Apakah informasinya layak diikuti? Berikut ini sumber-sumber yang paling sering mengeluarkan ‘larangan bepergian’ dan bagaimana menyaringnya.
Yang tercinta dan yang peduli: Keluarga dan Teman
"Jangan pergi ke Balkan. Itu tidak aman."
Anda tentu mencintai keluarga dan teman, sehingga tidak ingin mengecewakan mereka. Namun, Anda ingin memperjelas bahwa keputusan ada di tangan Anda. Oleh karena itu, sangat penting bagi Anda untuk memilah nasihat mereka.
Ada kemungkinan ketika orang tua Anda mendengar tentang Bosnia atau Kosovo, mereka hanya memikirkan negara-negara tersebut dalam konteks perang, kekerasan, atau pembersihan etnis. Kenyataannya, Balkan sudah aman bagi wisatawan selama lebih dari satu dekade.
Yang terpenting, Anda mengetahui info yang akurat dan terbaru. Kemudian, dengarkan dengan sopan kekhawatiran orang terkasih. Diskusikan apa yang sudah Anda persiapkan untuk perjalanan ini. Termasuk langkah-langkah preventif yang perlu diambil, jika terjadi hal-hal buruk seperti yang mereka khawatirkan.
Saat mendengarkan kekhawatiran orang terkasih, berikut beberapa hal yang perlu diingat:
1. Apakah dia pernah bepergian?
2. Apakah dia melakukan perjalanan sesuai gaya perjalanan Anda (backpacking atau perjalanan mewah)?
3. Apakah dia pernah ke tujuan ini?
4. Apakah dia pernah mengunjungi destinasi ini dalam waktu dekat (3-5 tahun terakhir)?
Jika jawaban atas semua pertanyaan tersebut adalah ya, kemungkinan besar Anda memiliki sumber yang valid dan layak didengarkan dengan cermat jika dia menyuarakan kekhawatirannya terhadap keselamatan Anda.
Pertimbangkan sumbernya: meskipun orang yang Anda sayangi jelas peduli, mereka mungkin bukan sumber yang paling berpengetahuan mengenai tujuan perjalanan Anda.

Peringatan dari Pemerintah yang Menakutkan
Bacalah peringatan perjalanan dari pemerintah Anda dengan cermat. Terkadang pemerintah mengeluarkan himbauan melarang ke negara tertentu terkait situasi dan kondisinya yang sedang berkonflik, seperti sekarang di negara-negara Timur Tengah.
Jika negara yang akan dikunjungi berada dalam daftar, periksa lagi daerah tujuan Anda secara spesifik. Mungkin tujuan Anda tidak terpengaruh apa pun karena jaraknya sangat jauh dari daerah konflik.
Masalahnya, banyak orang menganggap peringatan pemerintah sebagai hal yang mutlak. Jika suatu negara ada dalam daftar, maka negara tersebut tidak boleh dikunjungi dalam kondisi apa pun. Namun, hal itu tidak akurat. Ada banyak alasan Anda masih bisa mengunjungi negara tujuan yang dilarang pemerintah. Tentu saja Anda harus paham konsekuensinya.
Pertimbangkan sumbernya: peringatan pemerintah dimaksudkan untuk dibaca secara menyeluruh. Permasalahan di satu wilayah tidak menunjukkan adanya permasalahan di seluruh negeri.
Laporan Media Sensasionalis
“Kekerasan kembali terjadi di ibu kota Thailand seiring dengan meningkatnya protes politik…”
Jika suatu negara dilanda kekerasan hingga mendominasi liputan berita di negara Anda, kemungkinan besar beritanya akan disiarkan dengan suram. Terutama di saluran berita 24 jam yang terus-menerus bersaing untuk mengalahkan satu sama lain.
Thailand adalah contoh sempurna dalam hal ini. Bangkok telah dilanda protes sejak November 2013, serupa dengan apa yang terjadi tiga tahun lalu. Meskipun demikian, di luar Bangkok, keadaan 100% normal. Bahkan di dalam Bangkok, protes dapat dengan mudah dihindari.
Itu bukanlah gambaran yang dilukiskan oleh media. Dari apa yang Anda lihat di berita, Anda akan mengira seluruh kota sedang terbakar dan orang-orang berbondong-bondong mengungsi, dan hal ini memang benar adanya.
Pertimbangkan sumbernya: berita tersebut tidak bertujuan untuk menunjukkan kepada Anda bagaimana rasanya bepergian ke sana.

Komentar Asbun (Asal Bunyi)
“Bagaimana jika Khmer Merah bangkit kembali?”
Ada orang yang akan berkomentar asal saat Anda menyebutkan tujuan perjalanan. Anda akan selalu bertemu dengan orang-orang yang berpikir bahwa mereka mengetahui segalanya tentang dunia dan membuat asumsi-asumsi liar tanpa pengetahuan atau bukti apa pun yang mendukung mereka.
Jangan buang waktu dan tenaga berdebat dengan orang seperti ini. Tersenyumlah, anggukkan kepala, ucapkan terima kasih atas perhatiannya, dan lanjutkan perjalanan.
Perhatikan sumbernya: ini bukan sumber.
Cara Menemukan Sumber Terkemuka
Jika Anda khawatir tentang perjalanan yang akan datang, sebaiknya Anda mencari beberapa sumber terpercaya. Ini bisa berarti orang yang mengetahui tujuan Anda dan pernah bepergian ke sana dalam beberapa tahun terakhir.
Berkontak atau berbincanglah dengan blogger perjalanan. Blogger perjalanan yang baru-baru ini mengunjungi tujuan Anda akan dengan senang hati memberi Anda jawaban atas pertanyaan apa pun yang Anda miliki. Jika Anda tidak mengenal blogger yang pernah berkunjung ke wilayah tersebut, mintalah rekomendasi dari travel blogger yang Anda kenal.
Bergabunglah dengan komunitas traveling setempat seperti Couchsurfing. Sepertinya setiap kota atau negara besar di dunia memiliki komunitasnya sendiri di Couchsurfing.org. Lengkap dengan forum dan kalender acara lokal.
Anda dapat bergabung dengan salah satu komunitas tersebut. Di setiap grup regional, Anda akan menemukan banyak penduduk lokal dan ekspatriat yang dengan senang hati menjawab pertanyaan apa pun yang Anda miliki.
Tanyakan di forum publik, seperti Thorn Tree dari Lonely Planet. Alternatifnya, Anda dapat mencari di forum lokal dan ekspatriat untuk tujuan Anda. Sebelum mengajukan pertanyaan di forum apapun, baca dulu FAQ forum tersebut.
Cari pertanyaan Anda sebelum mengajukannya. Siapa tahu pertanyaan Anda sudah pernah dibahas dengan detil. Jika tidak juga menemukannya, tanyakan dengan sopan dan sebutkan bahwa sebelumnya Anda sudah mencarinya, tetapi tidak menemukannya.
https://www.adventurouskate.com/travel-safety-always-consider-the-source/
