Pembelanjaan Terburuk Untuk Traveling

Jika ada cara terbaik untuk pembelanjaan saat traveling, tentu ada yang terburuk. Keputusan Anda memilih cara pembayaraan atau pembelanjaan saat traveling sangat menentukan kenyamanan dan kelanjutan perjalanan Anda.

Apa gunanya melakukan sekali perjalanan, tetapi membuat Anda bangkrut, sehingga tidak mampu membiayai perjalanan berikutnya. Karena itu jangan sampai salah memilih dan menggunakan pembayaran di bawah ini.

Kios penukaran mata uang bandara

Nilai tukar di bandara bisa 10-15% lebih parah daripada nilai tukar antar bank. Jika menukarkan $500 (Rp 8.5 juta), maka akan kehilangan $75 (Rp 1.2 juta) dibandingkan jika menggunakan ATM. Mereka memanfaatkan wisatawan yang terburu-buru dan lelah. Namun, tidak tahu apa yang harus dilakukan.

Sebaiknya tarik uang tunai secukupnya dari ATM bandara jika memang diperlukan. Kemudian, cari ATM lain di dalam kota atau sekitar penginapan.

Kartu kredit dengan biaya transaksi luar negeri

Membayar ekstra 3% untuk setiap pembelian di luar negeri berarti hilangnya $150 (Rp 3.5 juta) untuk pembelajaan senilai $5.000 (Rp 84.5 juta). Karena itu, selalu periksa syarat dan kentuan kartu Anda sebelum bepergian. Jika kartu Anda membebankan biaya ini, ganti dengan kartu yang bebas biaya transaksi luar negeri.

Cek perjalanan

Membeli cek perjalanan mungkin berguna pada 1987, tetapi tidak untuk saat ini. Hanya sedikit tempat yang menerimanya, menguangkannya tidak nyaman dan mahal, serta kurang menguntungkan dibandingkan kartu kredit atau penarikan ATM. Kartu kredit memberikan perlindungan penipuan yang lebih baik.

Layanan pay later

Jangan menggunakan layanan Pay Later (bayar nanti) untuk membiayai perjalanan. Tidak semestinya membiayai perjalanan dengan berhutang. Pay later membuat Anda belanja secara impulsif tanpa mempertimbangkan kondisi keuangan Anda. Apalagi suku bunganya mencapai 20-30%. Pasti lebih boros jika menggunakan layanan ini.

Jika Anda tidak mampu membayar biaya perjalanan sekarang atau dengan kartu kredit yang SEGERA bisa dilunasi, artinya Anda tidak mampu membayar perjalanan itu saat ini.

Konversi mata uang dinamis

Saat membayar di luar negeri, pedagang atau ATM mungkin menanyakan apakah Anda menginginkan tagihan dalam dolar, daripada mata uang lokal. Kedengarannya nyaman. Namun, itu jebakan.

Karena tingkat konversinya sangat parah. Seringkali 5-7% lebih mahal daripada biaya yang dibebankan kartu Anda. Selalu pilih mata uang lokal dan biarkan bank yang menangani konversinya.

Kartu perjalanan prabayar

Kartu seperti ini membebankan semua biaya di muka. Mulai dari biaya bulanan hingga biaya penarikan ATM. Apalagi kartu ini menawarkan nilai tukar yang lebih buruk daripada kartu kredit atau debit yang bagus. Beberapa kartu yang benar-benar bebas biaya malah memiliki banyak keterbatasan. Karena itu, malah kurang berguna dibandingkan menggunakan kartu biasa yang digunakan dengan bijak.

Kesimpulan 

Strategi pembayaran cerdas: gunakan kartu kredit tanpa biaya transaksi luar negeri untuk sebagian besar pembelian, dapatkan uang tunai dari ATM lokal bila diperlukan, dan kumpulkan reward melalui program loyalitas. Hindari penukaran uang di bandara, konversi mata uang dinamis, dan segala sesuatu yang mengenakan biaya tambahan untuk membelanjakan uang Anda sendiri.

https://www.smartertravel.com/best-worst-ways-pay-for-travel/

Share via :
Only member can wowing to this article. Register now here