Cokelat Swiss vs Cokelat Belgia

Buat para penggemar cokelat, kamu tim cokelat Swiss atau Belgia?

Meski ini masalah selera, persaingan produksi cokelat di kedua negara ternyata sudah lama. Keduanya sudah memproduksi cokelat sejak puluhan tahun lampau.

Lucunya, tanaman cokelat tidak tumbuh di kedua negara. Namun berkat sejarah perusahaan pembuat cokelat yang panjang serta biaya pemasaran yang besar, maka cokelat Swiss dan Belgia sama-sama mendunia.

Nama ‘cokelat Swiss’ dan ‘cokelat Belgia’ tidak begitu terlindungi di pasar internasional seperti makanan terkenal Eropa lainnya. Kita tidak bisa menyebut semua anggur bersoda adalah Champagne, kecuali memang diproduksi di Champagne, Prancis.

Cokelat Swiss dan Belgia tidak memiliki dukungan hukum serupa dari Uni Eropa. Namun, ini bukan berarti keduanya tidak berkualitas. Lebih karena dunia usaha telah bersatu untuk menetapkan standar. Lantas, apa sebenarnya perbedaan cokelat Swiss dan cokelat Belgia?

Cokelat Swis

Cokelat khas: Cokelat susu batangan dengan rasa halus dan sedikit  pahit yang dibuat menggunakan susu Swiss.

Awalnya: Asal usul cokelat Swiss modern dimulai pada 1819 ketika François-Louis Cailler membuka pabrik cokelat di Corsier. Namun, yang paling berjasa untuk cokelat Swiss modern adalah, Daniel Peter dan Rodolphe Lindt.

Peter membuka pabrik di Vevey pada 1867. Dia merupakan orang pertama yang membuat coklat susu padat pada 1875 menggunakan susu kental (SKM) dari pabrik Vevey terdekat, yang dijalankan oleh Henri Nestlé. Ya, Nestlé yang kita kenal.

Sementara, Lindt membuka pabrik cokelatnya di Berne pada 1879 dan menciptakan proses yang disebut “conching.” Conche digunakan dalam proses produksi untuk menghangatkan biji kakao saat digiling dan mendistribusikan mentega kakao secara merata. Berkat conching ini, cokelat terasa meleleh di mulut. Kedua penemuan ini merupakan dasar dari cokelat Swiss hingga kini.

Cokelat Belgia

Cokelat khas: Cokelat hitam dengan kadar kakao tinggi, terutama cokelat truffle dan praline

Awalnya: Produsen cokelat Belgia mendapat pengaruh dari seluruh dunia, sehingga terdapat banyak jenis cokelat Belgia. Berbeda dengan Swiss, Belgia mempunyai koloni di luar negeri. Sejarah cokelatnya dimulai pada abad ke-19 dengan kolonisasinya di Kongo.

Negara ini diakui kelezatan cokelatnya secara internasional di 1912 dengan praline-nya. Praline adalah cangkang cokelat keras yang berisi cokelat lembut di dalamnya. Praline ditemukan oleh Jean Neuhaus, pembuat cokelat Swiss yang saat itu tinggal di Brussels.

Reputasi cokelat negara ini tumbuh dari sana, ketika perusahaan seperti Neuhaus, Godiva, dan Leonidas berinovasi dengan cara baru untuk membuat berbagai praline, bonbon, truffle, dan penemuan coklat inovatif berkualitas lainnya.

Choprabisco, asosiasi produsen cokelat Belgia, menciptakan Kode Cokelat Belgia untuk melindungi nama cokelat Belgia pada 2007. Meskipun tidak memiliki kekuatan hukum, kode ini menetapkan kriteria bagaimana cokelat batangan dan produk lainnya dapat dibuat. Asosiasi tersebut menyatakan bahwa semua pencampuran, pemurnian, dan pembuatan conching harus dilakukan di Belgia.

Namun, keputusan tersebut tidak didukung sepenuhnya oleh perusahaan-perusahaan Belgia. Godiva, yang sekarang dimiliki oleh sebuah perusahaan Turki, mengatakan di 2013 bahwa Kode Cokelat Belgia bersifat membatasi. Mereka menyatakan bahwa coklat Godiva yang diproses di negara-negara selain Belgia, pada dasarnya masih buatan Belgia. Sama seperti orang yang menganggap BMW yang dibuat di Carolina Selatan, pada dasarnya masih merupakan mobil Jerman.

Jadi kesimpulannya, kalau sedang ingin cokelat susu yang halus dan manis, saya memilih cokelat Swiss. Namun, jika sedang ingin praline, truffle, atau cokelat yang agak pahit, tentu saya memilih cokelat Belgia.


Sumber:

https://matadornetwork.com/read/swiss-versus-belgian-chocolate/

Share via :
Only member can wowing to this article. Register now here