Dijamu Makanan Khas Lombok

Ketika berkunjung ke suatu daerah, jangan ragu untuk merasakan makanan khasnya. Dengan begitu lidah kita ikut berwisata juga. Apalagi kalau diundang makan ke rumah orang setempat. Wah, jangan sampai menolak. Selain makan gratis, mereka pasti merasa dihargai kalau kita menerima undangan mereka.
Waktu ke Lombok, kami mengalaminya. Salah satu teman seperjalanan kami asli Lombok dan dia mengajak untuk mampir ke rumah Pamannya. Pucuk dicinta ulam pun tiba. Tentu saja kami berlima manggut-manggut gembira.

Begitu sampai di rumah sang Paman, di halaman belakang sudah disiapkan menu lengkap khas Lombok. Jamuan itu diletakkan di saung halaman belakang. Kami semua menelan ludah melihat menu yang dihidangkan. Mereka seakan paham bahwa kami berlima sedang dalam masa pertumbuhan.
Setelah basa-basi sebentar, kami pun dipersilakan untuk makan. Kami segera duduk lesehan dan mengelilingi makanan. Ada berbagai macam menu makanan dan tidak semuanya aku tahu. Aku pun bertanya kepada si keponakan.

Aku mengenali nasi putih, ikan bakar, plecing kangkung, tahu, tempe, ayam goreng, dan semangkuk sambal. Ada juga opak singkong yang aku kira kerupuk. Itu untuk alas makan plecing kangkung.
Rebusan kangkung Lombok yang lebih besar dari kangkung Jawa yang renyah, dipadu dengan sambal mentah yang segar, perasan jeruk nipis, dan parutan kelapa muda. Hm, sedap. Apalagi opaknya bisa dimakan juga. Mengingatkanku akan semanggi yang dimakan dengan kerupuk puli yang terbuat dari singkong juga. Beberapa kali aku makan plecing kangkung di Lombok, tapi baru kali ini menggunakan alas opak.

Selain itu, ada urap-urap yang isinya kacang panjang potong dan tauge rebus. Lalu dicampur atau “diurap” dengan parutan kelapa muda. Ini juga mirip dengan urap-urap di Jawa, tetapi sayurnya lebih sederhana. Kalau di Jawa biasanya ada daun hijaunya seperti daun singkong.

Ini ada sayur yang aku tidak tahu namanya. Rasanya asam, seperti sayur asam di Jawa. Ternyata namanya sayur tolang antap. Tolang itu biji, antap itu kacang panjang. Oke, nama sayurnya menjelaskan isinya. Rasanya asam karena memang ditambah asam atau bagik, dalam Bahasa Lombok.
Semuanya enak dan dominan pedas. Memang orang Lombok pecinta pedas sesuai dengan nama pulaunya kukira. Ternyata makanan Lombok memiliki beberapa kemiripan dengan makanan di Jawa. Namun, kami tidak akan pernah melupakan keramahan keluarga Paman. Serasa pulang ke rumah.
Mywowtravel is your wow travel story.
