Tradisi Ramadan Di Berbagai Negara: Bagian 1

Bagi 1,8 miliar umat Islam yang merayakan Ramadan, bulan suci ini adalah waktu untuk beribadah, beramal, dan melatih pengendalian diri, melalui puasa dari fajar hingga senja. Ramadan di Indonesia selalu semarak karena mayoritas penduduknya memeluk Islam.

Namun, di banyak negara pemeluk Islam yang lain, perayaan Ramadan tak kalah meriah. Intip kemeriahan perayaan Ramadan di negara lain. Siapa tahu tahun depan Anda bisa mencicipi perayaan Ramadan di negara-negara berikut.

Turki 

Jika mengunjungi Turki selama Ramadan, bersiaplah untuk perayaan yang sangat meriah. Tradisi Ramadan unik di Turki sudah ada sejak zaman Kekaisaran Ottoman beberapa abad yang lalu, saat belum ada jam alarm. Para penabuh genderang yang berdedikasi berbaris di jalan membangunkan semua orang pada waktunya untuk sahur. Menariknya, para penabuh genderang ini tidak mengenakan pakaian biasa. Melainkan mengenakan kostum Ottoman, termasuk fez (topi merah khas Turki) dan rompi.

Bagi pecinta makanan manis, Anda akan terpuaskan. Karena baklava dan kue kering adalah camilan wajib untuk berbuka puasa. Banyak keluarga memiliki resep khusus yang diwariskan dari generasi ke generasi. Namun jangan khawatir. Anda bisa dengan mudah menemukan camilan ini di pasar seluruh negeri.

Mesir

Ramadan di Mesir adalah salah satu festival paling berwarna di seluruh dunia. Jalanan didekorasi dengan lentera warna-warni yang disebut fanous. Tujuannya untuk menyebarkan kegembiraan dan keceriaan.

Kisah fanous ini berasal dari abad 10-12 saat Kekhalifahan Fatimiyah. Menurut legenda, ketika Sang Khalifah mengunjungi Kairo di hari pertama Ramadan, penduduk setempat menyalakan lilin di jalan-jalan yang gelap untuk menyambut mereka.

Seiring berjalannya waktu, lilin-lilin tersebut berevolusi menjadi lentera-lentera bermotif dan dicat indah. Dijadikan hiasan atau terkadang dibawa anak-anak ketika mereka berjalan-jalan sambil bernyanyi dan meminta permen. Pemandangan yang indah, bukan?

Yaman

Yaman merupakan salah satu negara yang menyambut bulan Ramadhan dengan cara otentik. Para pria melaksanakan salah satu sunah Rasul, yaitu tradisi memakai eye liner selama berabad-abad.

Di hari pertama Ramadan, jamaah mengantri panjang di halaman masjid selepas salat Dzuhur. Untuk menggunakan semacam eye liner yang disebut “Kohl”. Tidak heran Anda akan menjumpai para ‘pelukis’ eye liner yang bekerja secara sukarela di halaman masjid selama Ramadan.

Selain itu, penduduk Yaman suka mengecat rumah mereka sebagai persiapan hari raya. Bagi yang tidak mampu mengecat rumahnya, cukup dengan mencuci dan membersihkan temboknya. Mirip seperti di sini.

Uni Emirat Arab (UEA)

Tampaknya banyak negara mengusung tema manis untuk merayakan Ramadan, dan kita semua menyukainya. Di Uni Emirat Arab ada hari istimewa yang disebut haq al laila yang berlangsung sebulan sebelum Ramadan. Tepatnya tanggal 15 bulan Sya'ban.

Mirip dengan tradisi Hallowen trick or treat di negara Barat. Anak-anak akan mengenakan pakaian cerah dan berwarna-warni. Mereka berkeliling di lingkungan sekitar untuk mengumpulkan permen dan kacang-kacangan di dalam tas jinjing.

Tradisi Ramadhan ini adalah bagian penting dari budaya UEA dan banyak negara Teluk lainnya. Karena tradisi ini menyoroti pentingnya ikatan lokal yang kuat, komunitas, persahabatan, dan nilai-nilai kekeluargaan.

Selain itu masih ada hidangan unik yang disajikan untuk berbuka puasa. Salah satu hidangan mereka yang terkenal adalah harees, gandum rebus yang dibumbui dengan daging. Konsistensinya mirip dengan bubur. Ini adalah makanan hangat yang menyehatkan perut dan jiwa.

Bangladesh

Setiap tahun ketika Ramadhan tiba, warga Bangladesh berkumpul untuk beribadah dan merayakan festival keagamaan selama sebulan. Lampu-lampu dan dekorasi berjajar di jalan, toko, dan pasar.  Semua orang turut merayakan.

Beragam hidangan spesial tersedia untuk berbuka puasa. Seperti Jilapi, jajanan manis populer, Piazu yang berbahan dasar bawang, dan Beguni yang berbahan terung. Semuanya disiapkan terlebih dahulu untuk dinikmati bersama teman dan keluarga yang berkumpul untuk berbuka puasa.

Masih ada beberapa negara lagi yang perayaan Ramadannya tak kalah megah. Nantikan di Bagian kedua.

Share via :
Only member can wowing to this article. Register now here