Tradisi Ramadan Di Berbagai Negara: Bagian 2

Petualangan Ramadan kita belum berakhir. Jika sudah melihatnya megahnya perayaan Ramadan di Turki, Uni Emirat Arab, Yaman, dan sekitarnya di bagian 1, maka kita menuju negara lainnya. negara mana saja? Simak terus.
Maroko
Mirip dengan Turki, Maroko juga memiliki “alarm manusia” yang disebut nafar. Nafar mempunyai tanggung jawab dan kehormatan yang besar untuk membangunkan masyarakat pada waktu sahur. Di malam terakhir Ramadan mereka diganjar pahala atas pengabdiannya sepanjang bulan. Nafar mengenakan pakaian tradisional Maroko seperti topi gandora. Alih-menabuh genderang, mereka melantunkan doa sepanjang jalan.
Tradisi berbuka puasa, atau mereka menyebutnya tur, mirip Indonesia. Dimulai dengan sesuatu yang ringan seperti kurma, jus, dan makanan manis lainnya. Lanjut makanan utama nan lezat, seperti harir, sup lentil dan tomat hangat, serta telur rebus, kue-kue gurih, dan ikan goreng.
Lebanon
Lebanon memiliki banyak tradisi Ramadan yang sama dengan negara tetangganya di Timur Tengah. Salah satunya adalah midfa al iftar yang termasuk tradisi tertua di dunia. Tradisi ini melibatkan penembakan meriam di akhir hari puasa untuk mengingatkan orang-orang bahwa sudah waktunya berbuka puasa.
Tradisi tersebut konon berasal dari Mesir. Semua bermula ketika seorang penguasa secara tidak sengaja menembakkan meriam saat matahari terbenam. Ternyata satu kegagalan ini menjadi hal yang dinanti masyarakat. Akhirnya menjadi sebuah tradisi. Saat ini, Lebanon bahkan memiliki meriam bersejarah khusus untuk tujuan ini.

Pakistan
Sebagai negara mayoritas muslim, Ramadan sangat terkait dengan budaya Pakistan. Saat berbuka puasa, takjilnya minuman herbal rasa mawar dan gorengan seperti samosa dan pakora.
Untuk menandai berakhirnya Ramadan dan awal Idul Fitri, ada perayaan yang disebut chaand raat. Sebagai bagian dari perayaan ini, para wanita mendapatkan pacar dan membeli aksesoris berwarna-warni seperti gelang. Pemilik toko pun mendekorasi toko mereka khusus untuk acara ini. Kemudian banyak kios henna bermunculan.
India
Meski sebagian besar warga India beragama Hindu, tetapi warganya yang beragama Islam punya tradisi unik dalam merayakan Ramadan. Tradisi yang diwarisi dari budaya kota Mughal ini disebut Seheriwalas. Dikenal juga sebagai Zohridaars di Delhi.
Selama bulan suci Ramadan, umat Islam India akan berjalan-jalan di sekitar kota sekitar pukul 02.30. Sambil meneriakkan nama Allah dan Rasul di sepanjang jalan. Mereka juga membawa tongkat untuk mengetuk pintu rumah warga lainnya untuk membangunkan umat Islam yang tertidur saat sahur. Meski Seheriwalas adalah tradisi turun-temurun, saat ini hanya sedikit yang masih melakukannya. Kecuali mereka yang tinggal di Old Delhi.

Malaysia
Tetangga serumpun kita mendapatkan sinar matahari 13 hingga 14 jam sehari. Karena itu, durasi puasanya sama seperti kita, sekitar 13 jam.
Malaysia memiliki tradisi dan adat istiadat sendiri seputar bulan suci Ramadan. Di beberapa wilayah Malaysia, umat Islam akan mengundang keluarga dan teman untuk pesta khusus dan berdoa menyambut Ramadan.
Makanan manis dan gurih khas Ramadan yang terkenal antara lain kurma, puding, kue kari, dan minuman es seperti kacang kedelai, jus tebu, dan kelapa segar. Merupakan tradisi setiap bulan Ramadan untuk membuat dan membagikan bubur lambuk. Bubur berbumbu kental yang mengandung daging, santan, bumbu dan sayuran.

Sumber:
https://www.worldremit.com/en/blog/community/ramadan-traditions-around-the-world
https://www.twinkl.co.id/blog/ramadan-traditions-from-around-the-world https://www.permatabank.com/en/article/sambut-bulan-ramadan-simak-tradisi-unik-ini-di-berbagai-negara
https://perapalace.com/en/ramadan-traditions-from-the-world-to-the-present/