Cara Menjadi Penumpang Pesawat yang Lebih Ramah Lingkungan

Faktanya, bepergian bukan aktivitas yang ramah lingkungan. Apalagi perjalanan udara meninggalkan jejak karbon yang paling besar. Penerbangan sejauh 3.000 mil melintasi Amerika Serikat menghasilkan emisi karbon sedikit di bawah satu metrik ton per orang di kelas ekonomi. Harian The New York Times melaporkan bahwa di Amerika Serikat, penerbangan menyumbang 11 persen dari total emisi sektor transportasi.
Angka tersebut sangat besar jika dibandingkan dengan waktu yang dihabiskan rata-rata orang untuk perjalanan darat sehari-hari versus terbang. Bukankah sebaiknya kita semua mengurangi frekuensi terbang? Hal itu tentu akan sangat membantu.
Namun, dalam banyak situasi, perjalanan udara hampir tidak bisa dihindari. Berikut adalah cara agar Anda dapat menjadi wisatawan yang lebih ramah lingkungan saat bepergian dengan pesawat.
Bawalah minuman, camilan, dan peralatan makan sendiri
Betapapun lezatnya camilan kacang dalam kemasan kecil dari pesawat, bungkus kosongnya akan langsung berakhir di tempat sampah. Masalah ini mudah diatasi. Penumpang diperbolehkan membawa camilan yang belum dibuka melewati pemeriksaan keamanan. Mereka bahkan bisa membawa makanan hangat seperti roti isi semacam kebab, burito, atau sandwich, asalkan dibungkus kertas aluminium foil. Penerbangan domestik jarak pendek biasanya menjual makanan kemasan siap saji. Namun Anda tidak perlu membayar harga yang mahal atau menghasilkan sampah dari kemasan makanan tersebut, jika Anda membawa bekal sendiri.

Untuk penerbangan jarak jauh, kemungkinan besar Anda akan menyantap hidangan yang disediakan maskapai. Kabar baiknya, banyak maskapai kini menyediakan peralatan makan yang dapat digunakan kembali atau didaur ulang. Anda bisa bersiap menghadapi situasi apa pun dengan membawa sendiri peralatan makan yang dapat dipakai berulang kali. Peralatan makan tersebut bisa digunakan kembali bahkan jauh setelah perjalanan udara Anda usai.
Akibat aturan kesehatan, banyak maskapai penerbangan tidak bersedia mengisi langsung cangkir kopi portabel Anda. Mereka biasanya akan menawarkan untuk mengisi cangkir biasa yang isinya kemudian bisa Anda tuangkan sendiri ke dalam cangkir Anda. Hal ini tentu saja menghilangkan tujuan awal membawa cangkir sendiri. Jadi sebaiknya Anda mengisi kopi atau minuman lain setelah melewati pemeriksaan keamanan dan membawanya masuk ke dalam pesawat.
Jika Anda memesan minuman selama penerbangan, tolaklah sedotan plastik jika ditawarkan. Anda mungkin sudah mendengar tentang bahaya sedotan plastik bagi lautan kita. Apalagi tidak ada manfaat apa pun dari minum air, soda, kopi, atau minuman lainnya menggunakan sedotan plastik. Anda bisa mengambil langkah antisipasi dengan menyampaikan permintaan ini saat memesan minuman, baik di pesawat maupun di tempat lain, tanpa terkesan sok atau menggurui. Jika Anda benar-benar membutuhkan sedotan, bawalah sedotan sendiri yang bisa dipakai ulang.
Terbanglah dengan kelas ekonomi
Lain kali saat Anda terjebak di kursi tengah di bagian belakang pesawat, ingatlah fakta ini. Jejak karbon penerbangan Anda jauh lebih ramah lingkungan dibandingkan penumpang kelas atas yang boros di kelas bisnis. Hal ini kembali pada prinsip ekonomi dasar. Semakin banyak penumpang dalam satu penerbangan, semakin kecil jejak karbon setiap penumpangnya. Kursi kelas bisnis memakan ruang yang jauh lebih luas dibandingkan kursi kelas ekonomi. Dalam beberapa kasus, bahkan luasnya bisa lebih dari lima kali lipat.
Lanjut ke bagian 2.
