Tren Perjalanan Dunia 2026 Dan Dampaknya Bagi Perjalanan Anda (Bagian 2)

Berikut kelanjutan pertanyaan dari bagian satu yang sering diajukan para wisatawan tentang tren perjalanan di tahun ini.
Mengapa kereta malam dan bus tidur kembali diminati?
Karena waktu siang sangatlah berharga. Pada 2026, wisatawan merencanakan perjalanan berdasarkan keberadaan cahaya matahari, bukan sekadar jadwal. Kereta malam, bus tidur, dan feri malam memungkinkan Anda berpindah lokasi saat tidur, lalu menjelajah di siang hari.
Tren ini berkembang di berbagai wilayah:
- Eropa (kereta malam dan kereta yang beroperasi hingga larut)
- Amerika Latin (rute bus malam yang sudah lama ada)
- Asia-Pasifik (kereta tidur dan feri yang memperluas cakupan rencana perjalanan)
Hasilnya: Lebih banyak pengalaman, lebih sedikit waktu yang terbuang, dan sering kali lebih sedikit malam yang dihabiskan di hotel.
Mengapa wisatawan memilih rute perjalanan yang bersifat menjelajah (roaming routes)?
Alih-alih sekadar berpindah-pindah negara, wisatawan kini lebih memilih untuk menjelajahi destinasi secara menyeluruh melalui rangkaian perjalanan yang saling terhubung.
Bayangkan rute seperti ini:
- Kyoto → Nara → Osaka → Kinosaki Onsen
- Florence → Lucca → Pisa → Cinque Terre
- Rio de Janeiro → Paraty → Ubatuba → Ilha Grande
Rute-rute penjelajahan ini mengubah perjalanan menjadi sebuah kisah, bukan sekadar daftar centang kunjungan. Setiap persinggahan terasa mengalir alami dari lokasi sebelumnya. Apalagi moda transportasi darat memudahkan perpindahan antar-lokasi tersebut.

Bagaimana tren wisata petualangan berubah pada tahun ini?
Wisata petualangan kini menjadi pengalaman yang lebih personal dan kontemplatif. Wisatawan memilih pengalaman yang menantang secara mental maupun fisik. Namun, tanpa tekanan untuk melakukan hal-hal ekstrem atau sekadar demi pamer.
Bayangkan pendakian panjang, perjalanan lintas alam selama beberapa hari, forest bathing (terapi alam hutan), serta penginapan ramah lingkungan yang menyatu dengan komunitas setempat.
Imbalannya bukanlah konten untuk dipamerkan. Melainkan rasa percaya diri, perspektif baru, dan kenangan yang membekas seumur hidup.
Bisakah AI benar-benar merencanakan perjalanan yang kompleks saat ini?
AI adalah alat perencanaan yang ampuh. Kinerjanya paling optimal saat menggunakan data yang telah diverifikasi oleh manusia.
Pada 2026, wisatawan akan memanfaatkan AI untuk mengeksplorasi berbagai ide dan wawasan mengenai pilihan perjalanan secara cepat. Sering kali, informasi yang diperoleh masih bersifat umum. Karena itu, diperlukan Anda tetap perlu melakukan pengecekan lebih lanjut. Misalnya untuk:
- Akurasi rute beserta estimasi waktu dan biaya
- Berbagai moda transportasi tersebut apakah dapat dikombinasikan
- Penyedia layanan transportasi tersebut benar-benar terpercaya

Bagaimana tren perjalanan berbeda menurut wilayah pada 2026?
Eropa
- Perjalanan berbasis transportasi darat dan laut (non-udara) meningkat, seiring perluasan jaringan kereta api dan feri
- Durasi kunjungan yang lebih lama di desa-desa dan kawasan yang kaya akan alam
- Lonjakan minat terhadap perjalanan berbasis kuliner, budaya, dan komunitas
- Perjalanan multimoda (kereta api + bus + feri) menjadi hal yang umum
Asia-Pasifik
- Kebijakan bebas visa dan proyek kereta api berskala besar membuka akses ke wilayah-wilayah baru
- Infrastruktur utama mengubah pola mobilitas wisatawan
- Koridor biometrik yang lancar mengurangi hambatan proses di bandara
- Pertumbuhan pesat dalam perjalanan budaya, wisata religi (ziarah), dan perjalanan lintas wilayah

Amerika Latin
- Tren viral mendorong minat kunjungan ke kota dan koridor tertentu
- Transportasi darat berkembang akibat tingginya biaya penerbangan
- Wisata petualangan berskala kecil (mikro-wisata) melonjak
- Proyek jalur kereta dan bandara baru mengubah pola pergerakan regional
Amerika Utara
- Perjalanan kereta api dan bus antarkota kembali diminati secara perlahan
- Wisata berbasis alam lebih mengandalkan jalur transportasi darat
- Kota-kota berinvestasi untuk meningkatkan konektivitas multimoda
- Kota-kota sekunder kian populer sebagai destinasi liburan akhir pekan
Sumber: https://www.rome2rio.com/blog/2026/01/13/rome2rio-2026-travel-mobility-trends/
