Pernah makan suami?


Kedengarannya aneh ya, kok makan suami? Hehe.. berarti makan pasangan kita sendiri dong. tapi seperti itulah nama sebuah kuliner yang berasal dari Ambon-Maluku. Kue ini terbuat dari bahan dasar singkong yang diparut kemudian diperas airnya. Rupa kue suami sendiri menyerupai topi ulang tahun yang bentuknya mengerucut ke atas, hanya saja kue suami tidak sebesar topi ulang tahun, ya kalau sebesar topi ulang tahun namanya tumpeng dong hehe :P, diameter kue suami ini hanya 20-30 cm, dengan tinggi 15-20 cm, kecil tapi mengenyangkan untuk sekali makan. Kue suami mengandung karbohidrat yang sangat tinggi karena seperti yang kita tahu, tanaman singkong sendiri banyak mengandung nutrisi yang dibutuhkan untuk tubuh seperti kalsium, vitamin c, protein, zink serta mineral. Kalau kamu kepingin banget diet, kue suami bisa loh untuk menggantikan nasi pada waktu malam hari, karena karbohidrat dapat menjadi sumber energi yang baik, bahkan kandungannya sendiri lebih baik dari nasi karena lebih sehat. Dari sisi kesehatan, singkong dipercaya dapat meningkatkan kesehatan tubuh, termasuk dapat mencegah kanker dan penyakit jantung. Kalau ada yang punya penyakit diabetes, makan kue suami bisa banget nih.

5 buah singkong berukuran besar dapat menghasilkan beberapa puluh kue suami, jumlah pastinya saya tidak tau, sebab membuatnya saja saya belum pernah, jadi tidak bisa memastikan jumlahnya. Sampai disini, sekali lagi jangan membayangkan suami-suami kita dimakan sedemikian rupa ya :D hihi.. saya tau pasti kamu yang baca berasa kelu lidahnya mengucap kue ini berkali-kali. Cara membuat kue suami sendiri cukup mudah, singkong yang sudah diparut diperas airnya hingga kadar airnya habis sama sekali kemudian diberi beberapa rempah-rempah. Uniknya, orang-orang Maluku jaman dulu memeras singkong dengan bantuan batu kali, hingga airnya tidak tersisa sama sekali, kalau sekarang mungkin jaman lebih canggih, memeras sampai tiris airnya pasti tidak memerlukan tenaga ekstra lagi, apalagi sampai pakai batu kali. Kemudian parutan singkong yang mengering dan telah diberi rempah-rempah tadi dibentuk segitiga dan dikukus hingga matang. Siap deh disantap.


masihbaru.com

Hambar

Mungkin banyak makanan khas Maluku yang tidak sesuai lidah orang Jawa, walaupun orang Jawa juga mengkonsumsi singkong sebagai makanan sehari-hari pengganti nasi tapi kebanyakan dari mereka mengolah singkong menjadi panganan dengan campuran bahan lain yang lebih berasa di lidah, seperti cenil, timus, gethuk, sawut, ongol-ongol, cemplon bahkan kolak, wah semua rasanya manis ya, beda dengan rasa kue suami itu sendiri.

Pertama kali saya membeli suami, itu terasa aneh di lidah karena rasanya yang hambar, sejenak saya merasa ‘kok nggak enak’, ya iyalah, saya membeli kue suami tanpa campuran apa-apa, hanya wujud kuenya saja yang saya beli dan dimakan begitu saja, ya maklum, saat itu saya tidak tahu caranya makan kue suami haha... Nah di Maluku sendiri, kue suami dimakan dengan campuran kelapa parut, gula merah cair dan lainnya, untuk mengganti lauk, kue suami bisa dimakan dengan ikan kuah kuning, ikan goreng dan sambal colo-colo. Ah sayang sekali saya tidak merasakan kue suami dimakan dengan campuran yang lain, karena pertama kali mencoba saya langsung tidak suka dan langsung saya buat menjadi remah-remah dan saya berikan unuk panganan ayam. Seandainya saya tau cara makannya yah.. L

Karena makanan khas Maluku, nggak heran kalau kue suami ini sendiri kerap menjadi primadona makanan-makanan hotel. Ada beberapa hotel di Maluku yang memperkenalkan kue-kue khas daerah sebagai dessertnya. Cukup unik.. salah satu kue suami yang pernah saya lihat terdapat pada menu makanan di hotel Swissbell Ambon, ya tentu saja kalau sudah masuk hotel kue suami yang jika dijajakan di pinggir jalan hanya 5000 per buah, di hotel berbintang harganya bisa 40-50ribu dengan lauk pendamping hehe..

Tertarik untuk mencoba kue suami, ya datang dulu dong ke Maluku :D

Share via :
Only member can wowing to this article. Register now here