Kok Bisa Dubai Chewy Cookies Viral di Indonesia?

Kepopuleran dubai chewy cookies di Indonesia sudah saya rasakan sejak dua tahun yang lalu. Saat itu, saya tinggal di Purwakarta, sebuah kota kabupaten kecil mepet Bandung dan Jakarta. Di sana pun terasa sekali viralnya dessert ini. Orang bahkan rela antri dan membayar mahal demi mencicipinya.

Saya yang tidak terbiasa mengikuti sesuatu yang sedang tren, santai saja. Tentu penasaran, tetapi tidak ingin mengeluarkan uang di atas seratus ribu Rupiah hanya demi sebuah kue. Saya tunggu hingga reda viralnya. Eh, ternyata tak kunjung reda.

Saya baru merasakan dubai chewy cookies beberapa minggu lalu di Surabaya. Setelah pindah dari Purwakarta.

Awalnya, saya kira rasanya akan super manis karena dibalur bubuk cokelat dan isian hijau yang (katanya) manis. Ternyata manisnya pas dengan selera saya. Bubuk cokelat hitam pahit yang melumuri lapisan luarnya, menyeimbangkan rasa isian hijaunya yang manis.

Yang paling menarik adalah teksturnya. Luarnya kenyal mirip moci, tetapi lebih lembut. Isian hijaunya mirip bihun, renyah dan manis. Saat itu saya beli 1, harganya Rp 45.000 di Rumah Keena, Jl. Srikana No. 144 Surabaya. Masih terjangkau menurut saya, tetapi menurut suami mahal.

Setelah merasakan, saya jadi penasaran mengulik asal usulnya. Terutama mengapa bisa seviral itu di Indonesia. Faktanya, dubai chewy cookies ini bukan berasal dari Dubai. Melainkan dari Korea Selatan alias Korsel. Mereka terinspirasi dari cokelat dubai. Cokelat batangan yang berisi kunafa.

Kunafa adalah dessert manis yang terbuat dari kunaifi atau pastry filo yang dibentuk seperti bihun. Kemudian dipadukan dengan isian seperti keju mozzarella, kacang pistachio tumbuk, dan sirup manis untuk menciptakan rasa khas Timur Tengah.

Ketika cokelat dubai populer di seluruh dunia, muncullah berbagai variasinya. Salah satunya dubai chewy cookie di Korsel. Warga Korsel sangat menyukai tekstur kenyal. Penyuka drakor pasti hafal beberapa jajanan kenyal mereka, seperti topokki atau kue beras.

Mereka juga menyukai keju mozarela yang mulur jika dimakan. Kacang pistachio juga dianggap kacang premium, sehingga menambah nilai jajanan ini.

Sebelumnya saya mengira adonan dessert ini sama dengan moci. Ternyata tekstur mulurnya karena mengandung marshmallow. Ini juga kesukaan warga Korsel. Ibaratnya semua kesukaan warga Korsel dijadikan satu, sehingga tercipta dubai chewy cookies.

Tak bisa dipungkiri, keviralan dubai chewy cookies berkat media sosial. Naiknya konten ASMR  dan mukbang secara tidak langsung mempercepat viralnya dessert ini. Teksturnya yang kenyal, mulur, crunchy, paduan warna yang menarik cokelat dan hijau, membuat dessert ini menarik untuk dijadikan konten.

Apa-apa yang viral di Korsel, pasti dengan mudah viral juga di Indonesia. Hal itulah yang menyebabkan banyak influencer makanan Indonesia membuat konten dubai chewy cookie. Setelah itu, toko roti atau para pembuat roti berlomba-lomba menjual dubai chewy cookies.

Banyak resepnya juga bertebaran di internet. Yang tidak bisa membeli karena harganya yang relatif mahal, berupaya membuat sendiri. Semakin populerlah jajanan ini.

Karena tidak pernah mencoba dessert ala Timur Tengah atau Turki, saya tidak bisa menjabarkan tentang orisinalitasnya. Yang pasti dubai chewy cookie ini enak. Namun, tidak perlu sampai antri atau membayar sangat mahal demi sebuah jajanan.

Share via :
Only member can wowing to this article. Register now here