Tips Membawa Balita Selama Traveling
Mak, Pak, apa tantangan terbesar ketika kalian traveling? Yes, sudah pasti membawa anak-anak. Banyak orangtua yang merasa sudah bisa membawa anak-anak untuk traveling, pada kenyataannya ketika sampai di lokasi tujuan, banyak anak-anak yang susah dikondisikan apalagi kalau anak tersebut masih balita, entah itu anak jadi tantrum, rewel, sampai sakit. Yaah.. acara jalan-jalan jadi mendadak buyar, kasian deh.. sudah nyusun itinerary susah payah, nabung penuh semangat, eh balitanya moody hihihi... Tenang mak, pak, saya punya tips asyik nih bagaimana mengkondisikan balita selama perjalanan. Pasalnya saya pun pernah jalan-jalan membawa balita, tentu saja saya jadi bisa berbagi J
- Pastikan sebelum bepergian anak sehat dulu , kalau anak sehat pasti perjalanannya jadi menyenangkan bukan? Jaga asupan makannya, minumnya, kalau kita sudah beli tiket jauh hari dan mendambakan perjalanan ini ya harus usaha juga bikin anak jadi terjaga kondisi badannya, bikin dia sehat. Tapi emang sebaik-baiknya usaha, tetap takdir Allah yang menentukan. Saya pernah tuh waktu mau jalan-jalan ke Singapura, anak sudah dijaga kesehatannya, makannya, aktifitasnya dipantau, nggak jajan dulu, eh nggak sakit pencernaan/virus (typus, batuk, pilek) Qodarullah sakit DBD, untung sebelum waktu keberangkatan anak sudah sehat. Jadi sebaik-baik kita menyusun rencana tetap serahkan semuanya pada Allah, banyak-banyak doa juga agar dilancarkan.

- Susun konsep makan, karena sepengalaman saya, anak akan bahagia kalau perutnya kenyang. Jadi memang selama perjalanan panjang itu anak harus terus makan dan disumpal mulutnya dengan cemilan hehe.., kalau nggak yang terjadi anak akan rewel dan kelelahan. Nggak apa-apa dia ngantuk karena kebanyakan makan, lebih baik mana, anak digendong dan tidur selama perjalanan daripada anak lapar dan terus terusan rewel? Pasti orangtuanya bakalan ikutan rewel deh, yakin :D
- Bawa baju yang cukup, sebab anak-anak dengan aktifitasnya yang banyak tentunya akan bikin dia nggak bisa diam. Dengan membawakan baju yang cukup tentu saja akan membuatnya nyaman selama berada di jalan, anak nggak kebasahan dengan bajunya atau merasa gatal karena tubuhnya merasa kotor.
- Kalau anak bosan dengan objek wisata tertentu, orangtua jangan terlalu maksa ingin foto-foto disana dan lama-lama berada di tempat tersebut. Nah ini saya juga belajar dari pengalaman, jadi anak saya itu paling nggak suka diajak datang ke Museum, sementara saya maniak datang ke Museum, kalau sudah mampir museum saya paling suka lihat sebuah benda sejarah lama-lama, saya bacain satu-satu keterangannya. Yang terjadi anak saya bosan karena menunggu ibunya terlalu lama, dia rewel dong. Nah kalau anak rewel jadinya pergi ke museumnya terburu-buru. Setelah saya pelajari agar dia betah, anak harus banyak duduk, perut kenyang, yang jelas dia harus happy.
- Bawakan mainan kesayangannya. Karena pergi beberapa hari akan memisahkan anak dari semua benda-benda yang ada dirumah, termasuk mungkin mainan kesayangannya, jadi agar anak diam dan anteng, bawakan saja salah satu saja mainan kesayangannya, agar anak merasa nyaman dan tetap seperti berada di rumah.
- Banyak-banyak di sounding. Jadi kan anak kalau sudah merasa tidak nyaman, dia akan rewel, orangtuanya jangan ikutan kesel. Sepengalaman saya semakin anak rewel pasti emak akan semakin kesel. Agar sama-sama enak, kasih info sebelum keberangkatan ke anak, “”Dek, nanti kita mau ke sini ya, disini tuh agak lama, adek kalau lapar bilang, kalau cape bilang, jangan diem aja” atau “Dek ke tempat ini tuh jalan kaki, kalau adek mau sesuatu bilang jadi mampirnya sekalian” banyak cara sounding ilmiah yang bisa dikasih tau ke anak
Tapi memang kalau acara jalan-jalan membawa balita butuh effort banget sih, maka sebagai orangtua, harus hapal pait-paitnya perjalanan. Jangan mengharap perjalanan yang menyenangkan dan sesuai ekspektasi, karena membawa balita tentu saja berbeda jika kita jalan sendirian. Pelajari dan pahami kondisi anak jika memang ngebet banget pengen traveling