Nyaman Traveling dengan Lansia: Bagian Satu

Bisakah traveling dengan nyaman bersama lansia? Tentu saja. Yang terpenting adalah perencanaan yang matang, keterbukaan, serta komunikasi yang baik dengan lansia. Jika Anda ingin merencanakan perjalanan dengan orang tua atau anggota keluarga yang usianya di atas 70 tahun, ada baiknya menyimak panduan ini demi kenyamanan perjalanan Anda bersama lansia terkasih.
Fase Perencanaan
Langkah pertama: luangkan waktu bersama lansia sebelum bepergian
Jika Anda sudah lama tidak menghabiskan waktu bersama lansia, terutama orangtua yang akan diajak bepergian, Anda mungkin keliru membayangkan kekuatan dan kemampuan mereka di kala mereka masih muda.
Sadarilah, seiring mereka bertambah usia, kemampuan mereka mungkin berubah. Dengan menghabiskan waktu bersama mereka sebelum traveling, Anda akan lebih memahami apa yang dapat mereka tangani saat bepergian.
Langkah kedua: libatkan lansia dalam perencanaan
Ketika merencanakan perjalanan, ajak lansia juga untuk berdiskusi, seperti menentukan tujuan, penginapan, aktivitas yang akan dilakukan, biaya, dan sebagainya. Selain merasa didengarkan, mereka juga akan merasa ‘memiliki’ perjalanan ini. Kalian juga akan merasa menjadi satu kesatuan, sehingga bisa bergembira bersama.
Sebaiknya rencanakan perjalanan setidaknya enam bulan sebelumnya. Ini hal terpenting saat akan bepergian dengan lansia, perencanaan sedini mungkin. Dengan begitu Anda akan memiliki banyak waktu dan pilihan mulai dari tiket pesawat, akomodasi, perusahaan tur, dan sebagainya.

Langkah ketiga: cari info tentang akomodasi, pemandu tur, dan restoran
Jika sudah menentukan detail perjalanan, ini saatnya mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang akomodasi, pemandu tur, dan tempat makan. Jika lansia memiliki keterbatasan mobilitas, misalnya membutuhkan kursi roda, pastikan tempat yang dituju bisa mewadahi kebutuhan tersebut.
Lansia biasanya memiliki rutinitas. Pikirkan rutinitas di rumah yang bisa dilakukan saat di penginapan. Misalnya memilih penginapan yang menyediakan sarapan, sehingga lansia bisa meminum obat paginya tanpa harus kesulitan mencari sarapan.
Sebaiknya mencari kamar di lantai dasar supaya lansia tidak perlu naik turun tangga untuk sekadar ke kamar. Atau memilih kamar yang menyediakan sofa bed, sehingga mereka bisa duduk dengan nyaman saat punggung mereka kelelahan akibat perjalanan. Perhatikan hal-hal kecil yang sekiranya bisa menambah kenyamanan perjalanan mereka.
Untuk memilih pemandu tur, pastikan menyebutkan bahwa Anda bepergian dengan lansia yang mungkin jalannya tidak secepat anak muda. Pastikan untuk mencari tur dan pemandu yang santai, tidak padat aktivitas, sehingga para lansia bisa menikmati perjalanan.
Selain itu, makanan juga termasuk hal yang penting untuk diperhatikan. Beberapa lansia mungkin memiliki diet atau pantangan makanan tertentu. Pastikan untuk memeriksa rumah makan di sekitar tujuan wisata Anda untuk menyesuaikan dengan diet mereka. Lebih baik menghindari wisata kuliner yang ekstrem, seperti makanan yang terlalu pedas, asam, atau jenis makanan baru yang tidak pernah dicoba sebelumnya.
Langkah keempat: lakukan cek kesehatan
Sebelum bepergian, pastikan untuk melakukan cek kesehatan menyeluruh. Konsultasikan ke dokter untuk mengetahui kondisi fisik mereka, termasuk risiko yang mungkin muncul karena perjalanan.
Jika Anda bisa ikut saat konsultasi dengan dokter, tanyakan tentang obat-obatan, suplemen, kemungkinan batasan perjalanan, dan tindakan pencegahan apa pun yang perlu dilakukan, agar perjalanan aman dan bebas stres.
Buat juga daftar terperinci obat-obatan yang perlu dibawa lansia dalam perjalanan agar tidak ada yang terlupakan. Masukkan obat-obatan tersebut ke dalam tas jinjing Anda. Penting juga untuk membawa dokumen medis dan informasi kontak penyedia layanan kesehatan mereka dalam tas Anda.
Bagaimana dengan saat di perjalanan? Nantikan di Nyaman Traveling dengan Lansia: Bagian Dua.
