Nyaman Traveling dengan Lansia: Bagian Dua

Jika di bagian pertama sudah dibahas apa yang harus dilakukan di masa perencanaan, akhirnya perjalanan Anda bersama lansia terkasih akan dimulai. Apa saja yang harus dilakukan saat traveling bersama lansia agar perjalanan terasa nyaman?
Fase Perjalanan
Langkah kelima: Apa yang harus dibawa
Seiring usia, memori sering hilang atau lupa. Karena itu persiapkan dengan cermat tentang barang bawaan yang harus dibawa. Tulis dan buat daftar barang apa saja yang harus mereka bawa. Sebaiknya miliki juga salinannya untuk berjaga-jaga, jika mereka lupa atau kehilangan daftar tersebut.
Selain barang bawaan yang umum dibawa seperti pakaian, peralatan mandi, siapkan juga barang yang membuat mereka nyaman. Misalnya selimut, alat rajut, atau buku yang sedang mereka baca.
Jangan lupa untuk membawa obat-obatan ekstra untuk berjaga-jaga. Bisa juga membawa popok dewasa, pakaian dalam ekstra, juga camilan kesukaan mereka.
Pertimbangkan untuk membawa alat bantu jalan, meski mereka masih bisa berjalan dengan baik. Apalagi jika perjalanan Anda ada banyak aktivitas jalan. Jangan sampai mereka jatuh atau cedera. Kemungkinan besar patah tulang pada anak muda tidak sefatal jika terjadi kepada lansia. Berhati-hati sangatlah penting.

Langkah keenam: Perjalanan ke Bandara
Jika perjalanan melibatkan pesawat, Anda harus memikirkan juga perjalanan ke bandara. Pertimbangkan untuk mendapatkan bantuan saat naik dan turun pesawat. Hal ini bisa diinformasikan kepada maskapai saat memesan tiket pesawat.
Beritahukan kepada maskapai jika Anda bepergian bersama lansia yang mungkin membutuhkan akses khusus seperti kursi roda atau prioritas masuk dan keluar pesawat.
Datanglah ke bandara di awal waktu. Pastikan Anda memiliki cukup waktu untuk boarding dan berjalan sampai ke gate. Kalau perlu menginaplah di hotel sekitar bandara di malam sebelumnya, jika ingin sampai di bandara dengan santai tanpa terburu-buru.
Selalu rencanakan semuanya dan jangan mepet datang ke bandara. Ini kuncinya.
Langkah ketujuh: Beri jeda waktu untuk beristirahat
Pastikan untuk memberi waktu istirahat kepada lansia. Jangan menyusun jadwal atau aktivitas yang terlalu padat. Jika memungkinkan, beri waktu untuk tidur siang sejenak agar lansia bisa memulihkan tenaga sebelum beraktivitas lagi.
Langkah kedelapan: Sisipkan untuk bertemu teman atau keluarga
Orangtua atau lansia semakin jarang bertemu teman atau keluarga yang tidak tinggal di satu area. Karena itu, mereka akan senang jika bisa bertemu mereka yang tinggal di sekitar daerah tujuan atau dalam perjalanan. Beri jeda waktu satu hingga dua jam untuk pertemuan tersebut. Jika harus mengambil jalan memutar, tak apa asal mereka bisa bertemu.
Terkadang mereka bisa bercerita lebih banyak dan mengenang kehidupan mereka dahulu bersama teman dan kerabat. Tak jarang Anda mungkin akan melihat sisi lain dari orang tua yang tidak pernah ditunjukkan kepada Anda sebelumnya.
Selain itu, jika bisa bertemu teman atau keluarga di daerah wisata, Anda juga akan mendapatkan perspektif warga lokal. Siapa yang tahu Anda mungkin akan mendapatkan rekomendasi makanan enak yang tidak ada di internet.
Sepertinya butuh usaha besar untuk bepergian bersama orangtua atau lansia terkasih. Namun, Anda akan menciptakan kenangan abadi yang tidak terlupakan bersama mereka. Kapan lagi bukan?
