Hindari Kesalahan Berikut Saat Naik Kapal Pesiar

Ketika naik kapal pesiar, Anda pasti ingin mendapatkan pengalaman wisata yang seru, menyenangkan, dan tak terlupakan. Harapan yang wajar mengingat harganya juga sebanding. Jangan sampai Anda malah tertinggal di pelabuhan transit atau bahkan terjebur ke laut.
Untungnya, kejadian-kejadian tersebut bisa dicegah dengan perencanaan dan petunjuk yang tepat. Inilah hal-hal yang perlu diketahui untuk mengatasi kesalahan yang paling sering terjadi saat berlayar.
Tidak menjaga kebersihan tangan
Ada maksudnya meletakkan hand sanitizer di pintu masuk ruang makan di hampir semua kapal pesiar. Tangan yang bersih merupakan pencegahan paling sederhana untuk melawan penyakit di laut.
Meski hand sanitizer ampuh untuk membasmi kuman secara umum, tetapi tidak bisa membasmi norovirus. Norovirus adalah penyebab umum penyakit perut yang dapat menyebar dengan cepat di kapal pesiar.
Hanya bisa dibasmi dengan mencuci tangan menggunakan sabun dan air hangat. Karena itu, lindungi diri Anda dengan selalu mencuci tangan setelah menggunakan kamar kecil dan sebelum makan.
Terlalu dekat dengan tepian
Foto dengan pose duduk di pagar kapal pesiar sepertinya akan menghasilkan ribuan likes di media sosial. Namun, itu sangat berbahaya.
Pagar kapal pesiar sengaja dibangun tinggi untuk mencegah kecelakaan seperti itu, tetapi insiden tetap saja terjadi. Sering kali akibat penumpang yang mabuk, berperilaku sembrono, atau hanya sekadar iseng dan bersenang-senang.
Jika Anda melihat seseorang terjebur ke laut, segera beri tahu kru kapal. Kapal akan berusaha berhenti dan kembali ke lokasi terakhir yang diketahui. Namun, menemukan seseorang di laut terbuka yang luas sangatlah sulit dan butuh waktu.
Terbang tepat di hari keberangkatan kapal
Misalkan jadwal berlayar Anda pukul 4 sore. Anda mungkin berpikir Anda punya banyak waktu untuk terbang sekitar tengah hari. Karena itu tidak perlu menginap di hotel malam sebelumnya. Faktanya, Anda sedang berjudi dengan biaya perjalanan Anda, jika Anda melakukannya.
Kapal pesiar beroperasi dengan jadwal yang ketat dan tidak akan menunda keberangkatan meski penumpang datang terlambat, apa pun alasannya. Penundaan penerbangan, pembatalan, atau lalu lintas tak terduga dalam perjalanan ke pelabuhan dapat menggagalkan rencana berlayar Anda seketika.
Sebaiknya tiba setidaknya sehari sebelum kapal pesiar Anda berangkat. Supaya Anda lebih punya banyak waktu dan menikmati perjalanan.

Tidak Mengaktifkan Mode Pesawat di Ponsel
Layanan WiFi di kapal pesiar telah meningkat drastis dalam beberapa tahun terakhir. Wajar jika Anda ingin tetap terhubung, Anda membeli paket internet. Namun, ingatlah untuk mengubah ponsel Anda ke mode pesawat sebelum naik kapal. Agar Anda tidak kaget saat menerima tagihan begitu Anda kembali ke darat.
Tarif penggunaan telepon seluler di laut ditentukan oleh masing-masing penyedia jaringan dan bisa sangat mahal. Tanyakan kepada operator Anda, karena mungkin ada paket roaming kapal pesiar yang dapat Anda beli.
Untuk menghindari biaya tak terduga, sebaiknya alihkan ponsel Anda ke mode pesawat sebelum kapal pesiar berangkat dari pelabuhan pertama. Jika Anda menonaktifkan roaming data di aplikasi pengaturan, Anda hanya dapat mengakses data melalui WiFi. Artinya Anda tidak akan dikenakan biaya tambahan.
Ketinggalan kapal
Hal terakhir yang ingin dialami saat naik kapal pesiar adalah ketinggalan kapal. Jika Anda merencanakan piknik di pantai atau menjelajah kota transit secara mandiri, ketahuilah jadwal keberangkatan kapal.
Pastikan Anda kembali ke kapal jauh sebelum waktu keberangkatan. Jika Anda memesan tamasya pantai sepaket dengan kapal pesiar, Anda tidak perlu khawatir jika terlambat. Kapal akan menunggu rombongan Anda.
Namun, jika Anda turun dari kapal secara mandiri dan Anda tidak berada di kapal pada waktu keberangkatan yang ditentukan, kapal akan berlayar tanpa Anda.
Saat ketinggalan kapal, awak kapal pesiar akan menitipkan paspor Anda kepada petugas pelabuhan. Setelah itu, semua akan menjadi tanggung jawab Anda termasuk biaya yang akan muncul. Anda bisa menyusul kapal di pelabuhan tujuan berikutnya atau menyerah begitu saja, dan pulang.
Tidak merencanakan perjalanan di luar kapal pesiar
Jika ada atraksi atau aktivitas tertentu yang ingin Anda ikuti di tempat tujuan, pastikan untuk memesannya jauh-jauh hari. Tamasya populer dan khusus, seperti tur helikopter atau penerbangan wisata, sering kali terjual habis dengan cepat. Hal ini kerap membuat penumpang kapal pesiar yang tidak merencanakan sebelumnya patah hati karena ketinggalan.
https://www.smartertravel.com/the-worst-mistakes-cruisers-make/
