Merencanakan Perjalanan Melihat Bunga Sakura di Jepang: Bagian Satu

Salah satu ikon Jepang adalah bunga sakura. Setiap musim semi, tak hanya penduduk lokal yang “berburu” keindahan bunga sakura, tetapi juga wisatawan dari seluruh dunia. Bagi orang Jepang, sakura membawa makna budaya dan sejarah yang jauh melampaui keindahannya. Bunganya yang mekar secara singkat dan cemerlang telah lama menjadikannya simbol kehidupan dan ketidakkekalan manusia.
Sistem kepercayaan asli Jepang, Shinto, menekankan hubungan mendalam dengan alam dan siklus musiman. Karenanya, bunga ini juga melambangkan pembaruan dan harapan. Secara historis, kedatangan bunga sakura bertepatan dengan dimulainya musim tanam padi. Konon, kekuatan mekarnya bunga sakura pernah dianggap sebagai tanda panen tahun yang akan datang. Kini, sejarah dan simbolisme tersebut masih membentuk cara perayaan musim ini di seluruh negeri.
Bunga sakura berwarna merah muda dan putih yang melapisi dahan terlihat sangat mencolok. Tak mungkin tak ingin melihatnya saat sedang di puncak mekarnya. Setiap musim semi, taman dan tepi sungai di seluruh negeri dipenuhi orang-orang yang berkumpul di bawah pohon untuk menandai musim tersebut. Keramaian tidak dapat dihindari di tempat-tempat populer. Namun, salah satu hal yang paling menonjol tentang musim sakura adalah betapa perhatiannya sebagian besar pengunjung terhadap satu sama lain. Ada pemahaman tak terucapkan bahwa setiap orang berada di sana untuk alasan yang sama. Jadi orang-orang secara otomatis bergantian mengambil foto, menyingkir, dan membiarkan orang lain melihat hal yang sama.
Jika Anda merencanakan perjalanan mengelilingi mekarnya bunga, waktu dan lokasi akan menentukan segalanya. Inilah yang perlu Anda catat.

Waktu terbaik untuk melihat bunganya
Pohon sakura berada pada puncak mekarnya dalam jangka waktu yang sangat singkat. Itu berarti hanya ada beberapa hari ketika bunga mekar paling melimpah, sebelum kelopak bunga mulai berjatuhan ke tanah seperti konfeti. Momen singkat inilah yang ingin diabadikan sebagian besar pengunjung.
Dalam perkiraan bunga sakura, “mekar penuh” atau mankai menandai titik ketika sekitar 80 persen bunga di pohon telah mekar. Camkan: hanya beberapa hari sebelum kelopaknya mulai berguguran.
Fakta bahwa bunga-bunga tersebut hanya mekar sempurna dalam jangka waktu singkat, mungkin membuat Anda stres untuk menentukan waktu yang tepat. Namun sebenarnya relatif mudah jika Anda memperhatikan waktu dan lokasi mekarnya bunga di seluruh negeri. Meskipun musim bunga sakura terjadi antara bulan Maret dan Mei setiap tahun, waktu spesifiknya berbeda-beda di setiap wilayah.
Secara umum, mekarnya bunga ini dimulai di bagian selatan Jepang pada pertengahan hingga akhir Maret, mencapai kota-kota seperti Tokyo dan Kyoto menjelang akhir Maret dan awal April, dan bergerak ke utara menuju Tohoku dan Hokkaido pada bulan April dan bulan berikutnya.
Karena waktunya sedikit berubah setiap tahun tergantung pada pola cuaca, sebaiknya cadangkan beberapa hari tambahan ke dalam rencana perjalanan, jika Anda bisa. Banyak wisatawan yang merencanakan kunjungan selama tiga hingga lima hari di satu wilayah untuk meningkatkan peluang mereka melihat bunga-bunga di puncaknya, dibandingkan tiba tepat setelah bunganya berguguran.
Untungnya, perkiraan mekarnya bunga secara rinci dipublikasikan setiap tahun. Perusahaan Meteorologi Jepang dan perusahaan peramalan swasta lainnya memperkirakan tanggal mekar pertama (kaika) dan mekar penuh di kota-kota di seluruh negeri. Memeriksa prakiraan cuaca sesaat sebelum keberangkatan dan beberapa hari sebelum jam sibuk, dapat membantu Anda menyesuaikan rencana jika diperlukan.
Musim semi adalah salah satu musim perjalanan tersibuk di Jepang, terutama di destinasi bunga yang terkenal seperti Tokyo dan Kyoto. Hotel-hotel di dekat taman-taman besar sering kali terisi lebih awal pada akhir Maret dan awal April. Karena itu pesanlah akomodasi beberapa bulan sebelumnya, jika perjalanan Anda berpusat di sekitar puncak mekarnya bunga.
