Mencicipi Shanghai di Surabaya

Hampir setiap Sabtu, kami sekeluarga suka berjalan-jalan atau nongkrong di sekitar kota. Kali ini kami pergi ke mall yang termasuk baru, Pakuwon City Mall Surabaya.

Lokasinya dekat dengan kampus ITS Surabaya. Tepatnya di Jl. Raya Laguna KJW Putih Tambak No.2, Kejawaan Putih Tamba, Surabaya.

Ini pertama kalinya kami ke mall ini. Kami naik mobil transportasi online. Mall ini terletak di kawasan perumahan elite baru di Surabaya. Seperti kompleks elite lain di Surabaya, area ini lengkap dengan perumahan, apartemen, perkantoran, sekolah, dan mall tentu saja.

Oleh Bapak pengemudinya, kami diantar hingga masuk area mall. Kemudian dia menawarkan untuk melanjutkan perjalanan di kawasan kuliner yang menurutnya lebih bagus dan populer daripada mallnya. Baiklah, kami mengikuti sarannya.

Diantarkanlah kami ke depan kawasan kuliner tersebut. Dari jauh sudah terlihat warna merah menyala dengan dominasi design ala China. Pantas namanya Shanghai Park, Pakuwon City. Sebuah kawasan kuliner bernuansa China.

Semua bangunan restorannya bernuansa China. Meski tidak semuanya menyajikan masakan China. Ada masakan Indonesia, Barat, dan aneka jajanan. Areanya sangat luas. Ada juga pagoda dengan air mancur yang menjadi objek foto yang cocok masuk media sosial.

Yang paling menarik perhatian saya adalah grafiti di sebuah tembok bangunan yang tinggi. Tembok tersebut full digambar berbagai aktivitas masyarakat China. Bagus sekali untuk objek foto.

Selain area yang bernuansa China, ada satu area yang berisi tenant UMKM. Lucunya, area ini mengambil tema Texas yang sangat Western. Selain ada area makan yang dibuat seperti pujasera, ada juga arena bermain dan melihat hewan. Kita bisa memegang atau memberi makan kelinci, burung, hamster, serta naik kuda.

Atraksi yang menarik perhatian adalah menunggangi banteng yang bergerak liar ala rodeo. Anda harus bisa bertahan di atas punggung banteng mainan yang bergerak liar. Jika bisa bertahan lama, maka akan mendapatkan hadiah.

Banyak sekali tenant makanannya, mulai yang terkenal hingga kelas UMKM. Kami hanya membeli es krim dan jagung bakar karena ingin makan di tempat lain. Semakin malam, suasana semakin meriah. Karena ada banyak lampu-lampu yang menyala sehingga menjadi semakin semarak.

Harus balik lagi karena masih belum puas menikmatinya! Pengen banget bengong sambil duduk dan menikmati suasana. Sayangnya, kami harus buru-buru karena ada acara lain.

Share via :
Only member can wowing to this article. Register now here