Jalan - Jalan Ke Lombok, Sebuah Itinerary (Part 1)

Perjalanan ke Lombok kali ini saya pergi bersama suami dan anak beserta 4 orang teman kantor. Beruntungnya kami, kami mendapatkan paket tiket dan hotel yang cukup murah dari salah satu aplikasi traveling online. Selama 4 hari 3 malam, kami explore Pulau Lombok dan Gili Trawangan. Saya akan menceritakan perjalanan kali ini dalam bentuk itinerary, jadi bagi yang punya rencana jalan-jalan ke Lombok, postingan saya kali ini mungkin bisa bermanfaat sebagai referensi.


Hari ke-1: Surabaya-Lombok

Kami naik pesawat Citilink dari Bandara Juanda Surabaya pukul 09.25 WIB, dan tiba di Bandara Internasional Lombok (BIL) di Praya, Lombok Tengah, pukul 11.30 WITA. Oh ya, selain Citilink, ada banyak maskapai lain yang melayani penerbangan direct dari Surabaya ke Lombok.


Baru saja mendarat di Bandara Internasional Lombok (BIL)


Tiba di BIL kami sudah dijemput oleh driver mobil (shuttle) yang kami sewa, setelah mampir makan siang di sebuah restoran di kota Mataram, kami langsung melanjutkan perjalanan menuju Teluk Kodek, perjalanan ditempuh sekitar 2 jam dengan ditemani pemandangan laut dan pantai. Sampai di Teluk Kodek kami sudah ditunggu speed boat yang akan mengantarkan kami ke Gili Trawangan. For information, menyeberang ke 3 Gili (Gili Trawangan, Gili Meno, Gili Air) ada dua alternatif, private speed boat seperti kami biaya sekitar 400ribu dengan waktu tempuh hanya 10 menit saja, maksimal 10 penumpang atau menggunakan perahu publik, biaya sekitar 15ribu/orang dengan waktu tempuh sekitar 45 menit. Kami memilih menggunakan speed boat yang private karena pertimbangan membawa bayi, lebih nyaman dan aman.

Sampai di Gili Trawangan, kami memilih jalan kaki sambil membawa barang-barang kami menuju penginapan. Penginapan yang kami pilih adalah Villa Phyphy 3, letaknya tidak terlalu di pinggir pantai sehingga tidak bising tapi juga tidak terlalu jauh sehingga masih mudah untuk akses ke pantai dan restoran atau bar di pinggir pantai. Villa Phyphy 3 ini recommended banget deh menurut kami, selain karena lokasinya, penginapan ini juga termasuk bangunan baru yang hanya terdiri dari 5 kamar saja (kami menyewa 2 kamar), sudah dilengkapi dengan kamar mandi dan air conditioning (AC) di setiap kamarnya serta terdapat kolam renang. Untuk transportasi kami sehari-hari selama di Gili Trawangan, selain jalan kaki, kami memilih menyewa sepeda yang juga sudah disediakan oleh penginapan hanya dengan membayar sebesar 50rb/sepeda/hari.



Hari ke-2: Snorkeling 3 Gili

Sama seperti transport penyeberangan dari Lombok ke Gili Trawangan, untuk snorkeling juga ada 2 macam yaitu private dan publik. Untuk Private lebih banyak orang yang ikut harganya akan lebih murah, mulai dari 1juta'an untuk 2 orang, dan harga tersebut sudah termasuk glass bottom boat (perahu yang ada kaca untuk melihat ke bawah air) dan peralatan snorkeling. Sedangkan yang publik biayanya mulai dari 75ribu sampai dengan 150ribu per orang, tergantung berapa spot yang didatangi. Untuk yang publik 1 perahu bisa diisi antara 20-40 orang. Kali ini kami memilih yang private, lagi-lagi dengan pertimbangan membawa bayi, kami juga jadi lebih santai (bisa selonjoran dan tiduran di perahu).

Jam 09.00 WITA kami sudah dijemput di penginapan oleh guide untuk diantar ke perahu yang akan mengajak kami snorkeling. Spot pertama snorkeling pagi ini adalah patung bawah air di Gili Meno. dengan kedalaman antara 5-10 meter, masih banyak terumbu karang di daerah ini. Tapi yang menjadi daya tarik utama di spot ini adalah patung dibuat dengan material berupa zat yang memacu pertumbuhan karang dibangun oleh investor hotel di Gili Meno Bask Resort yang menggandeng Panitia Remaja Gili Meno dan Pusat Konservasi Karang Laut Kupang. Puas berenang-renang dan [pastinya] berfoto-foto di spot ini, kami pindah ke spot kedua.


Patung Bawah Laut, Gili Meno


Spot kedua snorkeling ini adalah berenang bersama penyu. Rejeki kami, tepat saat kami sampai di spot tersebut, ada seekor penyu yang sedang berenang di permukaan dan sedang dikelilingi oleh beberapa wisatawan asing yang juga sedang snorkeling di spot tersebut. Hanya 2 orang dari rombongan kami yang berani turun untuk berenang. Saya sendiri memilih menunggu di kapal saja, karena di spot ini kedalaman laut mencapai 50meter. Menurut guide kami, konon di dasar laut tersebut ada seekor penyu yang besarnya seukuran perahu yang kami tumpangi, tapi karena terlalu besarnya, penyu tersebut sudah tidak pernah berenang lagi, bahkan tubuhnya pun sudah mulai ditumbuhi karang.

Pindah ke spot snorkeling selanjutnya, spot yang terletak di Gili Air ini kami snorkeling sambil memberi makan ikan (makanan untuk ikan sudah disediakan oleh guide). Puas snorkeling dan bermain dengan ikan di spot ini, kami melanjutkan perjalanan merapat ke Pulau Gili Air untuk makan siang karena jam sudah menunjukkan pukul 13.30 WITA. Saran sih, kalau memang snorkelingnya menggunakan yang private seperti kami, lebih baik membeli makanan di Gili Trawangan atau Senggigi (tergantung dari mana start snorkelingnya), di Gili Trawangan banyak yang menjual Fried Chicken yang murah-murah, cocok untuk dibawa bekal snorkeling, jangan lupa juga membawa air minum yang banyak.


Share via :
Only member can wowing to this article. Register now here