Jalan - Jalan Ke Lombok, Sebuah Itinerary (Part 2)

Perjalanan ke Lombok kali ini saya pergi bersama suami dan anak beserta 4 orang teman kantor. Beruntungnya kami, kami mendapatkan paket tiket dan hotel yang cukup murah dari salah satu aplikasi traveling online. Selama 4 hari 3 malam, kami explore Pulau Lombok dan Gili Trawangan. Saya akan menceritakan perjalanan kali ini dalam bentuk itinerary, jadi bagi yang punya rencana jalan-jalan ke Lombok, postingan saya kali ini mungkin bisa bermanfaat sebagai referensi.

Untuk itinerary hari pertama dan kedua, bisa dilihat di sini.

Hari ke-3: Kembali ke Mataram

Hari ini kami kembali ke Pulau Lombok. Sampai di Teluk Kodek, kami sudah ditunggu driver sekaligus guide kami. Rencananya kami akan mampir di Pantai Senggigi dan Pura Batu Bolong, tapi karena hujan turun, akhirnya kami hanya bisa mampir di Pura Batu Bolong saja. Kemudian kami mampir di pusat oleh-oleh, Pradje. Puas membeli oleh-oleh, kami melanjutkan perjalanan kembali ke pusat kota dan langsung menuju Idoop Hotel di kota Mataram. Lokasinya dekat dengan Mataram Mall dan minimart sehingga memudahkan kita jika membutuhkan sesuatu, selain itu jika tidak sempat mampir ke pusat oleh-oleh, di Lobby hotel ini menyediakan toko oleh-oleh yang harganya justru lebih murah daripada pusat oleh-oleh yang kami sambangi tadi dan barangnya pun cukup lengkap.


Hari ke-4: City Tour - Kembali ke Surabaya

Hari terakhir di Lombok, kami memilih city tour sekalian langsung ke bandara. setelah check out, kami langsung mencari sarapan, menu yang kami pilih adalah sate rembiga. Perut kenyang, kami langsung melanjutkan perjalanan menuju Narmada. Taman Narmada adalah replika dari Gunung Rinjani dibuat oleh Anak Agung Ngurah Ngurah Karangasem karena ia sudah tidak kuat lagi mendaki Rinjani untuk berdoa.

Tujuan selanjutnya adalah Pantai Tanjung Aan. Pantai ini langsung berhadapan dengan Samudera Hindia, dan memiliki garis pantai sepanjang kurang lebih 2 Kilometer. Satu hal yang berbeda saat kaki menginjak Pantai Tanjung Aan, yaitu pasirnya. Tak seperti Pantai Lombok lainnya, pasir Pantai Tanjung Aan berbentuk bulat seperti merica. Selain itu ada Pantai Kuta, Pantai Kuta biasanya identik dengan pantai yang paling terkenal di Pulau Bali, namun Pantai Kuta yang ada di Lombok Selatan ini memiliki hamparan pasir yang lebih bersih dan putih.

Puas bermain [dan foto-foto] di pantai, kami melanjutkan perjalanan menuju Desa Sade Sasak. Dari luar, keunikan perkampungan ini hanya tampak dari bentuk rumah adat dan bahan pembuatan rumah, seluruh beratap ilalang. Ketika di dalam, kampung lebih menarik dan unik sekali. Hampir setiap rumah menjual kerajinan dari kain tenun, sampai pernak pernik seperti gelang, gantungan kunci sampai hiasan kecil buat di rumah.  Etalase produksi kerajinan mereka di  balai atau bangunan berdinding sebagian—digunakan menata kain atau kerajinan. Balai  (bale) ini berada di depan atau samping rumah. Bahan pembuatan rumahpun dari bahan alami, yakni, tanah liat, sekam padi dan beratap alang-alang. Yang unik cara mengepel lantai menggunakan kotoran kerbau yang dilakukan seminggu dua kali.


Pintu masuk Desa Sade


Karena waktu sudah menunjukkan pukul 15.30 WITA, dari Desa Sade kami langsung menuju Bandara Internasional Lombok (BIL) dan menunggu pesawat yang akan membawa kami pulang kembali ke Surabaya.

Bye, Lombok.


Share via :
Only member can wowing to this article. Register now here