Jalan-Jalan

"Jalan-jalan"

Apa yang muncul dalam benak anda ketika anda mendengar kata "Jalan-Jalan"?

Berikut kumpulan cara berpikir jalan-jalan orang dari beberapa golongan:

1. Golongan Pertama (yang dinamakan "KUPER") berpendapat: "Itu pekerjaan menghabiskan uang saja, yah lebih baik investasi, nabung, atau kerja".

Muncul pertanyaan untuk golongan KUPER ini, mau sampai kapan kumpul uang atau kerja? Yah, tidak salah juga dengan orang yang memiliki pandangan seperti ini. Namun, pernahkah anda mendengar "Halnya sebuah gergaji pemotong kayu, bila gergaji terus digunakan dan tidak pernah diasah, apakah gergaji akan berfungsi dengan lebih maksimal?". 

2. Golongan Kedua (Yang dinamakan "KUDU") berpendapat: "Jalan-jalan mengasyikan dan biar saja duit habis kan bisa dicari lagi".

Muncul pertanyaan untuk golong "KUDU" ini, apakah jalan-jalan identik dengan foya-foya?. Hello....sah-sah saja bila hal ini dilakukan karena setiap orang  punya kebebasan memilih dalam hidupnya, tetapi tahukah anda bahwa jalan-jalan tidak identik dengan foya-foya, sebelumnya anda dapat menyusun: 

a. Budget keuangan.

b. Lokasi yang ingin dikunjungi.

c. Lokasi menginap.

d. Oleh-oleh apa yang akan anda bawa pulang dan berapa banyak?.

e. Ciri khas makanan apa yang ingin ada coba.

f. Siapkan uang cadangan/berjaga yang tidak mempengaruhi keperluan / kebutuhan sehari-hari.

Sehingga setelah liburan, tabungan anda tidak langsung habis. Karena masih ada kebutuhan lainnya ke depan yang harus disiapkan. "Orang bijak pernah berkata lebih bijak bila anda mengatur rencana hidup anda daripada anda diatur oleh keadaan anda".

3. Golongan Ketiga (Yang dinama "KUTIK") berpendapat: "Kalau jalan-jalan keuangan harus dihitung baik-baik, kunjungin saja tempat yang sudah ditentukan dari awal dan jangan menghabiskan uang ditempat lain.

Nah loh, muncullah lagi pertanyaan untuk golongan "KUTIK", apakah jalan-jalan itu seperti proses administasi?. Yah, tidak salah juga sih untuk golongan KUTIK ini, selama mereka enjoy, namun alangkah lebih baiknya lebih flexibel bukan berarti jalan-jalan harus boros, tetapi tidak ada salah mencoba mengunjungi tempat lain; bila memang ada tempat menarik lainnya yang harus dikunjungi.


Namun bagi saya jalan-jalan adalah belajar menikmati hidup, mengatur hidup dan menyelaraskan jiwa dengan dunia. Sampai-sampai tidak sengaja saya memiliki moment bertemu dengan salah satu artis dan anggota dewan perwakilan rakyat Indonesia yaitu Eko Patrio (saat dibandara Juanda berfoto)...HahahaNarsis dikit ketemu dengan Eko Patrio..



Share via :
Only member can wowing to this article. Register now here