JURNALIS WAJIB MELEK JURNALISME

Ketika Pwmi Jatim meminta saya untuk menjadi Ketua Dewan Pembina, saya menerima dengan syarat. Syaratnya tiga : 1. saya boleh membina, menasihati, bahkan kalau perlu "memarahi" jurnalis yang hobinya "m-bodrex" ; 2. setiap anggota wajib mengikuti pendidikan jurnalistik, agar paham dan menghayati fungsi serta perannya secara profesional ; 3. mereka (para jurnalis) musti mengindahkan Kode Etik Jurnalistik dan prinsip "cover both side". Itu syarat yang saya ajukan pada kali pertama mereka menemui dan meminta kesediaan saya, sebagai pembina.
PWMI (Persatuan Wartawan Mingguan Indonesia) banyak mempunyai anggota yang (maaf) bukan alumnus S1, artinya tidak sarjana. Malah tak jarang, dalam dialog, saya temukan sama sekali mereka tak paham "pengetahuan dasar jurnalistik atau jurnalisme". Sebagai seorang jurnalis pemula, tentu ada beberapa istilah dasar yang harusnya dipahami terlebih dahulu, agar ketika terjun ke dunia PERS, telah mengetahui makna istilah-istilah tersebut.

Jurnalistik adalah hal-hal yang berhubungan dengan kegiatan mencari, menulis, dan mengolah suatu informasi yang aktual untuk diberitakan kepada khalayak melalui media massa atau merupakan hal-hal yang berhubungan dengan kewartawanan dan kepenulisan, sedangkan paham (isme) atau ajaran tentang jurnalistik disebut dengan jurnalisme.
Jurnalistik tentu tidak lepas dari berita. Berita harus bersifat aktual. Aktual artinya sesuatu yang baru saja (hangat) terjadi dan sedang menjadi pembicaraan orang banyak.
Untuk menulis suatu berita yang baik dikenal suatu istilah piramida terbalik. Piramida terbalik adalah sebuah struktur penulisan atau bentuk penyajian tulisan yang bentuk imajinernya seperti piramida terbalik, dimana bagian terpenting yang memuat inti dari suatu berita tersebut berada paling atas sedangkan pendukung isi berita berada di tengah atau di bawah sesuai dengan kepentingannya.

Sebisa mungkin, unsur 5W+1H (what, who,when, where, why, how) sudah didapatkan pada paragraf pertama suatu berita sehingga pembaca dapat dengan mudah menemukan inti berita tersebut ketika membaca paragraf pertama.
Dalam menulis berita dikenal juga suatu istilah "cover both side" yang artinya perlakuan adil terhadap semua pihak yang menjadi "subyek" berita atau disebut juga dengan pemberitaan yang berimbang. Kita harus menampilkan semua fakta dan sudut pandang yang relevan dari masalah yang diberitakan. Kita harus bersifat netral serta tidak memihak. Hal ini berbeda dengan suatu istilah yang disebut dengan feature.
Feature adalah tulisan hasil liputan mengenai suatu peristiwa yang bersifat menggugah simpati dan empati pembaca yang di dalam tulisannya tersirat opini (pendapat) penulis. Opini adalah pendapat atau pandangan terhadap suatu informasi yang bersifat subjektif.
Sedikit berbeda dengan "feature", ada suatu istilah yang disebut dengan "essay". Essay adalah suatu tulisan yang membahas suatu masalah dari sudut pandang penulisnya. Jadi, di dalam penulisan feature dan essay terdapat opini penulis dan bentuk penyajiannya. Feature dan essay tidak seperti piramida terbalik, karena isinya merupakan pemikiran penulis sehingga bagian paling atas sama saja pentingnya dengan bagian tengah atau bawah.
Itu adalah beberapa istilah dasar yang harus kita ketahui dalam bidang jurnalistik. Semoga setelah mengetahui makna istilah-istilah tersebut dapat mempermudah kita dalam menekuni bidang jurnalistik.

Demikian, semoga mencerahkan.
@silabasuki, sh. mba