Gong Perdamaian Ambon, Saksi Sejarah Yang Tak Terlupa


Banyak yang tau bahwa Maluku pernah merasakan konflik di tahun 1999, kisah ini menorehkan banyak kepedihan bagi –tidak hanya- warga Maluku tapi juga seluruh warga Indonesia. Karena bagi kita, yang menjunjung sila 3 yakni Persatuan Indonesia, persatuan sangatlah begitu berharga, Alhamdulillah konflik Ambon tidak terlalu lama, dan orang Ambon banyak yang sadar untuk segera introspeksi diri. Sekarang jika ada orang yang mulai mengusik ketenangan Maluku sebab profokator, warga Maluku tidak tinggal diam, mereka akan segera menangkap dan melaporkannya pada pihak berwajib. Sebab tidak nyaman rasanya hidup dalam ketegangan dan kekhawatiran, saya pernah merasakannya sendiri di tahun 2010 saat pertama kali tinggal di Ambon, dimana Polisi masih berjaga-jaga di banyak titik. Tidak hanya Polisi, TNI pun ikut serta membantu mengamankan. Saat itu Ambon belum sepenuhnya aman, masih banyak yang berusaha mengusik ketenangan tapi karena warga Ambon yang sudah cerdas, ada keributan sedikit dapat tertangani dengan mudah.


Selepas konflik, Maluku mulai berbenah, mereka mulai kembali mengingat semboyan nenek moyang yang selalu tertanam yakni Pela Gandong, Pela artinya ikatan persatuan dan Gandong artinya saudara. Jadi Pela Gandong dapat diartikan sebagai sebutan yang diberikan kepada dua atau lebih negeri yang saling mengangkat saudara satu sama lain tidak perduli agamanya.

Untuk mengenang semua kenangan pahit yang sempat terjadi, pemerintah setempat membangun sebuah monuman perdamaian, terletak tepat di tengah kota dan selalu dilihat semua warga Maluku jika melewati tempat tersebut. Gong Perdamaian namanya. Sebetulnya Gong Perdamaian ini ada beberapa di dunia, termasuk diantaranya di Indonesia, yakni terdapat di: Bali, Palu, Blitar, Ambon, Geneva (swiss), Shandong (China), New Delhi (India). Gong Perdamaian Dunia diciptakan oleh Presiden the World Peace Committee untuk 202 negara YM Mr Djuyoto Suntani. Gong ini didirikan dengan tujuan agar tidak ada lagi perang dan konflik sara, juga terorisme.


Jangan lewatkan untuk berfoto

Gong Perdamaian Ambon ini buka setiap hari, untuk biaya perawatan, pengunjung dikenakan biaya sebesar Rp.5000/orang, memasuki monumennya kita dapat merasakan banyak energi, Negatif dan positif, energi positif saya rasakan ketika berada di luar area monumen, dimana banyak sekali bunga-bunga tumbuh dan bermekaran, warga Ambon riuh rendah berfoto tanpa mengingat mereka pernah ‘ribut’ dulunya, dari sini pula kita bisa melihat ramainya jalanan kota Ambon jika menaiki tangga dan duduk tepat dimana gong tersebut berada. Namun hati-hati jika berdiri di tempat ini, karena lantai yang terbuat dari marmer sangat licin sekali, apalagi kalau musim hujan, ketika musim panas datang saja jika pakai sepatu yang solnya licin bisa terpeleset. Sedangkan energi negatif saya rasakan ketika memasuki ruang diorama, yang terdapat di bagian bawah tanah pada lokasi gong ini. Dimana kerusuhan Ambon tergambar jelas melalui foto-foto yang beredar, ada rasa takut ketika melihat waktu demi waktu pada saat itu, keluarga kehilangan bangunan, harta dan nyawa, tidak sedikit yang akhirnya memilih mengungsi dan keluar dari kota Ambon untuk selamanya. Ada yang tetap bertahan dan memilih berdamai dengan masa lalu.

Untuk para traveler, lokasi Gong Perdamaian ini sangat menguntungkan, karena jika datang ke sini kalian dapat berkunjung ke lokasi wisata lain yang letaknya tidak berjauhan, seperti Benteng New Victoria yang letaknya persis di sebelah lokasi Gong ini, namun jika ingin mendatangi Benteng tersebut harus melakukan izin berlapis pada petugas yang berjaga pada pintu masuk, sebab lokasi itu sekarang menjadi perumahan dan markas TNI, di Benteng inilah Kapiten Pattimura di eksekusi hukuman gantung, hanya saja bangker tempat eksekusi tidak diperbolehkan untuk dilihat. Rahasia katanya.

Tepat di depan Gong Perdamaian berada terdapat Lapangan Merdeka, disini biasanya kerap diselenggarakan berbagai macam acara, baik formal maupun non formal, disini pulalah terdapat landmark kota Ambon, sebuah tulisan besar berjejer membentuk kata ‘Ambon Manise’ yang kerap dijadikan tempat berfoto bagi orang-orang. Wisatawan tidak pernah lupa untuk berfoto disini jika datang kemari, rasanya belum afdol kalau berkunjung ke Ambon tapi lupa berfoto di sini hehe :D.. Tidak jauh dari lapangan merdeka terdapat Pattimura Park, dibangun untuk mengenang perjuangan pahlawan Kapiten Pattimura,


Ada banyak kuliner khas Ambon tersedia jika malam datang, di seputar jalan ini juga terdapat banyak sekali toko oleh-oleh dan souvenir khas Ambon, tidak ketinggalan banyak penginapan berkelas sampai yang murah meriah, jadi untuk mendatangi lokasi Gong Perdamaian tidaklah sulit kan?

Share via :
Only member can wowing to this article. Register now here