Terbakarnya Gereja Notre Dame de Paris
Tanggal 15 April lalu kita mendengar suatu berita yang cukup mengejutkan dan menyedihkan yaitu terbakarnya gereja Notre Dame de Paris. Gereja ini sudah berusia 7 abad lebih dan menjadi salah satu bangunan warisan sejarah dunia.
Gereja Notre Dame de Paris ini merupakan salah satu landmark yang ada di kota Paris, ngga afdol rasanya kalo kamu ke Paris tapi ngga berkunjung dan berfoto didepan gereja ini.
Jadi Gereja Notre Dame de Paris ini merupakan gereja Katedral Katolik yang terletak di pulau kecil bernama Ile de la Cite yang berada di tengah sungai Seine yang membelah kota Paris. Notre Dame de Paris kalau di terjemahkan mempunyai arti Bunda kami dari Paris.
Gereja ini mulai dibangun pada tahun 1160 hingga 1260, hmmm cukup lama juga yah. Saat revolusi Perancis tahun 1790 gereja ini pernah mengalami kerusakan yang cukup parah, tapi berhasil di pugar kembali pada tahun 1845.
Berbagai benda-benda bersejarah tersimpan didalam gereja ini seperti mahkota duri yang suci, orgel yang dibuat pada abad 17, mahkota Raja Louis dan masih banyak benda-benda sejarah lainnya.

Selain itu Gereja Notre Dame de Paris ini juga tempat pemberian beatifikasi dari Joan de Arc. Beautifikasi ini adalah tahapan seseorang sebelum memperoleh gelar Santa di agama katolik. Joan de Arc adalah salah satu pemimpin wanita pada perang Perancis dengan Inggris. Dibawah kepemimpinan gadis pemberani ini, Perancis banyak menangkan pertempuran di berbagai daerah. Sayang Joan de Arc bernasib tragis, dia meninggal dengan cara dibakar hidup-hidup oleh orang Burgundi karena masalah politik. Pada tanggal 7 Juli 1456 Joan de Arc dinyatakan tidak bersalah dan justru dijadikan Martir. Paus Pius X memberikan gelar beatifikasi pada tahun 1909.
Saat ini rencana pemugaran Notre Dame de Paris sedang di rencanakan. Beberapa pengusaha kaya asal Perancis dan selebriti dunia berbondong-bondong menyumbangkan dananya. Hingga saat ini terkumpul dana sebesar 7 triliun rupiah untuk pemugaran gereja Notre Dame de Paris. Semoga saja pemugaran dapat secepatnya dilaksanakan karena bukan hanya umat Katolik saja yang kehilangan tetapi juga dunia.
