Edutraveling judul dari teman bagian 1

Setelah saur aku baru buka HP kemudian aku baca tulisan temanku Mbak Peny namanya, wuiiih langsung semangat sampe gak tidur lagi setelah saur  Kenapa ?

Karena memang bener ulasannya Mbak Peny dan judulnya tepat Edutraveling Karena masih ada sebagian orang menganggap Jalan Jalan iTu buang buang uang 

Padahal aku selalu berpikir bahwa Jalan Jalan iTu tidak Harus ke luar Negeri dan tidak harus mahal. Sebenarnya juga Jalan Jalan adalah kegiatan Kita sehari Hari.

Remember mywowtravel.com says traveling starts from the moment you step out of your door

Jadi let's travel and enjoy your travel always, karena Kalo Kita tidak Jalan Jalan nanti Kita kehilangan kesempatan mendapatkan hikmah / inspirasi / ide / pengalaman / khasanah  yang mana kesemuanya bisa Kita panggil sebagai ilmu, hidup kita berlanjut Karena Kita diberikan ilmu.

Kata teman sesama Traveller sekaligus panutanku Ibu Tuti Pinardi mengatakan " pengalaman traveling itu adalah kekayaan yang tidak bisa dirampok "

Sekarang soal travel agent, dulu ketika aku masih kuliah di salah satu universitas jurusan Usaha Perjalanan Wisata tahun 2000 Ada dosen yang sangat berpandangan jauh kedepan, Dia bilang saatnya travel agent Akan berjatuhan Kalo tidak memiliki sebuah inovasi dan kreasi yang kuat Karena hadirnya internet.

Seperti yang kita ketahui dengan adanya OTA ( Online Travel Agent ), telah menggantikan peran travel agent sebagai dominant travel organizer, karena kemudahan, kecepatan, keamanan dan kenyamanan Yang diberikan oleh OTA seperti ; Traveloka, tiket.com, Agoda, Expedia, Booking.com, Airbnb, Hotel.com, hostel.com dan masih banyak lagi.

Ketika waktu iTu di Surabaya khususnya belum Ada OTA yang popular, sehingga dosen saya yang lain seorang operation manager sebuah travel agent mengatakan dosen itu gila Karena travel agent tidak akan bisa jatuh karena internet. Ketika itu sudah banyak travel agent yang terdaftar di Jatim.

Namun, sekarang apa yang terjadi banyak sekali dari mereka gulung tikar terlindas jaman. Jangan Salah paham bukannya aku anti travel agent sama sekali tidak, Malah saya disini mau berbagi ide atau bertukar pikiran bagaimana travel agent survive menghadapi tantangan di era internet sehingga globalisasi sudah tidak bisa dibendung seperti sekarang.

Oke ide nya begini waktu aku Jalan Jalan di Sydney, aku ketemu flight centre yang mana mereka juga punya cabang di Singapore dan mereka doing very well in this industry even now the internet era Why ?

1. Mereka memiliki sistem sendiri jadi mereka pun memiliki OTA so it's like travel agent inside travel agent

2. Mereka memiliki 24 / 7 Customer service yang sangat proactive melakukan "pre" in and post sales dan mereka bukan berperan sebagai travel Organizers tapi lebih pada Travellers best friends yang always be there for you. Jadi more personalised.

Dua keunggulan mereka itulah yang membuat mereka bukan hanya survive apalagi struggle di era internet tapi mereka tetap juara terutama di Australia.

Jadi Travel Agent harus memiliki nilai yang unik dan plus yang kuat dalam menghadapi tantangan global ini.

Seperti tulisannya mbak Peny jangan bermain harga sehingga terus menurunkan harga Yang sangat membahayakan bisnis.

Sebagai customer Kita juga harus bijak untuk memilih komponen wisata dalam perjalanan.

Cari murah itu harus Karena kita harus hemat tapi jangan bermental murahan 

Apa maksudnya ? Oke di Singapore ada label warna pasta gigi mulai hitam- merah-biru-hijau, yang paling jelek buat kesehatan tentunya warna hitam dan itu harganya 1 dollar murah Kan tapi, pasta gigi itu sangat berpotensi menyebabkan kerusakan mulut dan gigi, seperti yang kita tahu untuk konsultasi saja dokter gigi sudah berapa biayanya. Sedangkan label hijau itu pasta herbal yang sangat baik buat kesehatan dengan range harga 4 - 6 dollar, tapi perlindungan 24 jam artinya satu kali gosok satu hari masih oke berarti lebih awet kan dan selama aku pake pasta herbal ini tidak mengalami sedikit pun kerusakan mulut atau gigi.

Kesimpulannya, kita harus cari yang murah tapi,,, jangan pernah korbankan kualitas apalagi mempertaruhkan kesehatan dan jiwa Kita.

Satu contoh lagi yang lebih relevant, aku pernah ketemu rombongan wisatawan hilang di China town, mereka kebingungan cari Tour Leader Mereka. Mereka ini korban travel agent yang menarik wisatawan dengan harga murah tapi hanya 1 tour leader untuk puluhan rombongan kemudian tour leader tersebut kurang pengalaman Karena mau dibayar murah bahkan sukarela karena dia anak kuliahan yang pengen ke luar negeri gratis.

Bayangkan wisatawan ditangani oleh anak ingusan seperti itu, wisatawan maupun tour leader nya sama sama buta.

Bersambung,,,

Share via :
Only member can wowing to this article. Register now here