Ke Jogja, Jangan Lupa Nyicipin Soto Pak Marto


 Pagi hari, setibanya landing dari Jakarta saya memutuskan untuk mencari sarapan. Karena perut sudah keroncongan minta diisi. Melirik jam di handphone, ya ampun, pantas saja sudah jam 8 pagi, ini waktu yang terlewat banyak untuk sarapan, saya biasanya sarapan jam 7 atau setengah 7. Hari ini dan tiga hari ke depan saya akan mengikuti banyak acara di Jogja, mengisi acara salah satu perusahaan air mineral, tentu saja semua akomodasi dan penginapan dibayari termasuk makan-makan :D

Sembari menyusuri jalanan kota Jogja, leader mengajak kami untuk singgah ke salah satu rumah makan yang terletak di daerah Bantul, rumah makan ini berseberangan dengan J E C jadi kalau kamu membaca tulisan ini dan langsung penasaran ingin mencicipi, bisa langsung datang kan, tanpa arus bertanya lagi. Cari aja di Google Map, soto pak Marto depan J E C.

Soto Pak Marto judulnya, rumah makan ini sangat sederhana sekali, jauh dari kesan mewah dan tidak tercermin rumah makan berkelas, tapi pengunjungnya sangat banyak dan makan dengan lahap. Wah, saya makin penasaran nih, seenak apa sih soto berlebel Pak Marto ini.

Tidak tahu persis, kenapa dinamai soto Pak Marto, mungkin yang punya pak Marto sebab saya tidak bertanya lebih lanjut pada pelayan yang berjaga. Begitu datang kami langsung diberondong pertanyaan oleh para pelayan yang berjaga

“Mau makan apa? Soto daging, soto campur atau soto pisah?” lah ini apa bedanya ya hehe.. mungkin dari jenis isian yang membedakan soto tersebut kali ya. saya kemudian memesan soto daging dengan segelas te hangat manis. Sungguh pagi yang berfaedah, karena pagi-pagi sudah makan berat, karbo ditambah daging dan sayur-sayuran :D

Pada setiap meja, tersaji tahu, satu telur puyuh dan tempe bacem, tak lupa cabai keriting menghiasi setiap piring, tentu saja yang ini bayar dan kita dimintai kejujuran setiap membayarnya, karena sudah pasti tidak terlihat pelayan saat memakannya kan. Yang uniknya, mereka tidak memakai kecap pabrikan yang diproduksi secara nasional, tapi pakai kecap buatan lokal, dan ini rasanya juga tidak kalah enak dengan kecap pabrikan. Lebih kental dan manis

Tak lama soto saya datang, saya langsung mengambil sedikit saja sambal dan mengaduknya, karena kata teman sambalnya sangat pedas, seruputan pertama yang hangat dan, saya langsung jatuh cinta, waaah beneran ini soto daging yang sangat enak. Pantas yang beli sampai mengantri, jadi isian soto ini terdiri dari nasi, sedikit tauge, bihun, kol dan suwiran daging, di sebuah dinding terdapat banyak foto yang difigura berisi pemilik rumah makan dan artis-artis terkenal hingga pejabat tinggi yang sedang makan dan diabadikan. Ya wajar saja kalau sampai di datangi artis hingga kelas pejabat, lah wong sotonya enak banget. Padahal sotonya porsinya minimalis banget loh, kalau orang yang suka makan beli seporsi pati kurang banget.

Cabang Tamansari

Selain di Bantul ternyata Soto Pak Marto buka cabang di Tamansari, entah ini dimana saya juga nggak tau hehe.. nggak heran ya kalau sampai buka cabang karena soto dagingnya beneran enak, porsinya pas banget dan pas buat sarapan. Nah setelah saya liat-liat di Google Map, ternyata Soto Pak Marto nggak hanya buka di Tamansari dan Bantul saja, ada beberapa cabang di Jogja yang dibuka, entah ini soto punya pak Marto beneran atau hanya numpang nama biar kelihatan sama larisnya *eh udah suudzon aja saya nih. Nah rugi kayaknya kalau kamu sudah ke Jogja tapi belum nyicipin dan mampir di soto pak Marto.

Share via :
Only member can wowing to this article. Register now here