Kamu Tim Mana Saat Traveling?


Bagi sebagian orang, traveling tidak hanya sebagai pemuas kebutuhan jasmani, tetapi juga terapi jiwa, maka tak heran banyak orang yang ingin melakukan traveling sendirian. Tapi tidak sedikit orang yang melakukan traveling bersama dengan orang yang dicintainya, sebab terapinya ada pada orang tersebut, mungkin dengan pergi bersama keluarga, pikirannya jadi lebih santai, bonding dengan keluarga jadi lebih hangat, dan lainnya

Tentu saja, kebutuhan traveling setiap orang berbeda-beda dan tidak bisa disamakan, nah ngomong-ngomong saat traveling kamu tim mana nih?

Tim Ransel atau Koper?

Malas nunggu bagasi, tentu saja kamu tim ransel, bawa baju seadanya, berharap ketemu loundryan atau bisa nyuci baju sendiri di sana, maka baju yang dibawa secukupnya saja, kalau perlu bawa celana satu, bajunya yang banyak biar bisa ganti-ganti. Foto yang dihasilkan juga nggak bosan-bosan banget dilihat karena bajunya yang selalu beda.

Kalau tim koper, tentu saja, kamu bawa baju banyak karena kebutuhan travel berbeda, mungkin di lokasi wisata kamu ingin tampil lebih kece agar foto yang dihasilkan juga kece, atau kamu orangnya higienis banget, jadi baju kumel dikit rasanya ingin ganti baju terus.



Tim kaki lima atau tim resto?

Ah.. ya sudahlah yang penting makan, yang penting kenyang, nggak peduli mau makan dimana, seketemunya aja rumah makan dimana, asalkan semua tempat wisata dikunjungi. Selamat kamu itu tim kaki lima, tim kaki lima juga salah satu kumpulan orang-orang yang gemar berhemat saat traveling. Tapi ada baiknya saat traveling kamu tetap memperhatikan kesehatan ya gengs, agar saat pulang badan tetap bugar

Atau tim resto, karena kamu ingin mencicipi banyak kuliner khas daerah tersebut. Tim resto juga banyak mendominasi blogger, atau vlogger, karena selain traveling mereka juga tentu saja mencari konten yang seru agar isi blog dan youtube tetap oke

Tim menikmati atau tim buru-buru

Nggak dipungkiri karena baru pertama kali mengunjungi sebuah daerah kamu ingin sekali menikmati tempat wisata tertentu, karena bisa jadi tempat wisata tersebut tidak ada di daerah kamu, Museum misalnya. Banyak orang yang gemar mengunjungi museum dan membaca setiap keterangannya, tapi tidak dipungkiri ada pula orang yang hanya gemar melihat-lihat saja, yang penting tujuan wisata tercapai, nah kayaknya kamu tim menikmati deh karena kamu nggak kepingin kehilangan moment berharga mengunjungi setiap sudut tempat wisata. Atau kamu tim buru-buru? yang penting sudah datang dan melihat-lihat, saatnya datang ke lokasi wisata yang lain.

Tim foto oke atau foto seadanya?

Iya sih, ini jamannya social media, yang apapun kegiatan kita kayaknya wajib diposting biar nggak hoax-hoax banget, soalnya paasti banyak banget yang suka nyinyir, “Mana buktinya kamu ke tempat ‘A’ no pic is hoax nih” yah gara-gara temen kamu tersebut akhirnya mau nggak mau kamu foto terus tanpa henti, nggak hanya itu demi hasil yang oke, kadang kamu suka bikin kesel temen dengan memintanya foto berkali-kali pada tempat yang sama, waah ini sih tim foto oke yes :D

Kalau tim foto seadanya sih kayaknya nggak peduli ya mau foto diri ada di lokasi tersebut apa enggak, yang penting banyakin gambar lokasi buat kenang-kenangan karena pernah mengunjungi tempat wisata yang diinginkan


Tim sendiri atau tim rombongan?

Ah kalau rombongan nggak asik ah, soalnya kita kudu adaptasi sama temen yang lelet, yang rempong, yang cerewet belum lagi yang manja, kalau sendirian kan enak travelingnya bisa kemana aja nggak pakai dicerewetin

Tim rombongan itu asyik, ada yang fotoin, ada temen ngobrol, kalau tersesat rame-rame, nggak bisa bahasa asing ada temen yang bisa diandalkan, susah sama-sama seneng juga sama-sama, kali aja bisa ngutang kalau uang kurang wkwk, ya.. terserah.. karena kebutuhan travel orang beda-beda pastinya 


Tim backpacker atau tour travel?

Enakan backpacker sih, jadi kita ngerasain naik turun MRT, masuk tempat wisata nggak keburu-buru, tapi ya kalau nyasar tanggung sendiri. bagi sebagian orang jalan tanpa tour memang enak, mereka bisa merasakan sensasi bersentuhan langsung dengan masyarakat sekitar, naik angkutan umum, dan menikmati jalan. Tapi ada pula orang yang nggak mau repot, daripada nyasar mending ikutan tour, waktunya terjadwal dan tempat yang dituju bisa banyak, ya nggak apa-apa ngeluarin duit lebih yang penting semua tempat wisata yang menjadi whistlist tercapai.

Yah, kalau mau dijabarkan banyak banget ya, kubu-kubu dalam traveling itu. dan semuanya ngerasa paling benernya sendiri *eh, asal tau aja, semua orang punya cita rasa sendiri ketika bepergian, yang nggak asyik itu kalau sudah ngomentarin apa yang menjadi kegiatan orang. Maka, nikmatilah perjalananmu jangan perdulikan omongan orang.

Share via :
Only member can wowing to this article. Register now here